Saat New Normal, Ekonomi Kelas Menengah Ke Bawah Bisa Terhambat

Zita Anjani. (Foto: jakarta.tribunnews)
Selasa, 2 Juni 2020, 09:45 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta fraksi PAN, Zita Anjani berharap, agar new normal yang akan diterapkan Pemprov DKI Jakarta tidak menjadi new problem. Kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah dinilai bisa terhambat saat new normal.

"Ini yang namanya new normal, ada orang-orang yang makin turun, tetapi ada juga yang makin naik produktivitasnya," kata Zita Anjani melalui pesan singkatnya, Senin (1/6/2020).

Baca juga : Puluhan Rumah Di Menteng Ludes Terbakar

Zita menjelaskan, dampak perkeonomian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu pastinya akan memburuk. Namun itu merupakan tugas bersama dari daerah sampai ke level nasional. Tidak bisa diserahkan semuanya ke daerah. Artinya, butuh kolaborasi semua stakeholder.

Kemudian, lanjut Zita, tahapan selanjutnya dari PSBB Adalah new normal. Dia menilai pada saat new normal, ada orang orang yang makin turun ekonominya dan ada juga yang makin naik produktivitasnya.

Baca juga : New Normal, Pras Dorong DKI Segera Buka Tempat Ibadah

"Misalnya saja teman teman content creative yang kini produksi videonya menggunakan aplikasi meeting. Di mana biayanya lebih kecil. Buat kelas menengah atas lebih mudah, punya penghasilan tetap dan bisa di rumah.

Kelompok kelas bawah bisa saja terhambat menuju new normal. Itu targetnya, gimana orang kelompok kelas bawah sampai ke new normal tadi, apa makin produktif atau di bawah normal tetap berproduksi. Dari insentif, ke pendampingan produksi untuk usaha menengah bawah. Ini yang harus jadi target. Kita tunggu terobosannya Pak Gubernur Anies, agar new normal tidak jadi new problem," pungkasnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal