Konsisten Lestarikan Tradisi Warga Betawi di Tengah Pandemi Covid-19

Jelang Lebaran, PRB Gotong Royong Bikin Dodol Betawi

Selasa, 19 Mei 2020, 19:49 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tinggal menghitung hari. Ada tradisi warga Betawi yang dilakukan jelang Hari Raya Lebaran yang jatuh pada hari Minggu-Senin (24-25 Mei 2020) mendatang, yakni membuat dodol betawi secara tradisional.

Seperti yang dilakukan Paguyuban Rawa Bambon (PRB) yang bermarkas di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Ketua umum PRB Jamaludin mengungkapkan, tersirat makna sosial dari proses pembuatan dodol betawi tersebut.

"Karena begitu sulit dalam membuat dodol, maka semangat gotong royong, keriangan dan semangat persaudaraan diperlukan dalam pembuatannya. Maka tak heran masyarakat Betawi begitu menganggap pembuatan dodol Betawi merupakan kerja tim, dan bertujuan mempererat tali persaudaraan," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (19/5/2020).

Baca juga : Telegram Kapolri Larang Mudik PNS dan Polri di Tengah Pandemi Covid-19

Jamal yang juga anggota DPRD DKI dari Partai Golkar ini menceritakan, dahulu dalam praktiknya, pembuatan dodol Betawi dilakukan secara patungan ketika mendekati hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Keluarga besar Betawi yang dulunya hidup berdekatan, saling melengkapi bahan dasar pembuatan dodol. Begitu bahan tersedia, para pria bertugas membuat dodol Betawi dan mengaduk adonan. Sedangkan, para wanitanya menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan.

"Sambil menunggu dodol matang, ibu-ibu menyiapkan makan berbuka puasa, setelah matang, langsung dibagi secara adil berdasarkan seberapa besar keluarga memberikan `uang` dodol," bebernya.

Kata politisi muda asli Betawi ini, tradisi membuat dodol betawi jelang Lebaran rutin dilakukan PRB. Hal ini sebagai komitmen PRB dalam melestarikan kebudayaan dan tradisi warga Betawi khususnya yang tinggal di Jakarta.

Baca juga : Ramadhan dan Pengabdian DPRD Kota Bekasi di Tengah Pandemic Covid-19

"Proses pembuatan memakan waktu selama 12 jam. Selain semua bahan baku harus dimasak terlebih dahulu, proses mengaduknya juga memerlukan waktu tidak sebentar.

Proses pengadukan sekitar 5 jam dan membutuhkan tenaga kuat untuk mengaduk adonan hingga berubah warna menjadi coklat tua. Dodol dibuat di atas tungku api dengan menggunakan kuali besar. Karena, masak menggunakan tungku api dapat memberikan aroma bau yang khas dan kekentalan dodol tersebut menjadi rata. Dodol Betawi ini dapat betahan lama hingga 2 bulan tergantung cara menyimpannya," ujar Jamal lagi.

Saat ini, kata anggota komisi A DPRD DKI ini, kegiatan buat dodol rame-rame warga sekampung sudah sangat langka. "Orang-orang lebih suka membelinya saja dari penjual dodol Betawi. Tapi, PRB tetap konsisten membuat dodol betawi secara gotong-royong. Nantinya, dodol yang sudah matang akan disajikan menjadi penganan saat Lebaran," tuturnya.

Baca juga : Coba Bangkit dari Terjangan Badai Covid-19 Samsung Dikabarkan Bakal Hadirkan Smartphone 5G Murah

Meski demikian, Jamal mengatakan bahwa pembuatan dodol tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana tahun ini pandemi covid 19 melanda ibukota. "Jadi proses pembuatannya memperhatikan protokol kesehatan yakni dengan memakai masker n menjaga jarak," tegasnya. (DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal