LampuHijau.co.id - Camat dan lurah di Jakarta Selatan diminta turun mengawasi kerumunan warga untuk mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pengawasan di gerai ATM Bank DKI perlu ditingkatkan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.
"Saya ingatkan kepada seluruh camat dan lurah, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan warga yang ingin mencairkan dana KJP Plus di ATM DKI," kata Munjirin, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2020).
Untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, Munjirin meminta camat, lurah, RT, RW, dan tokoh masyarakat lainnya agar dapat mengimbau warganya selalu menjaga jarak atau physical distancing pada saat pengambilan uang di ATM DKI serta saat pengantriannya.
Baca juga : Pemerintah Dinilai Lamban Terapkan PSBB di Ibukota
"Untuk keamanan dan ketertiban lokasi ATM tersebut, para camat dan lurah akan dibantu oleh Babinsa dan Babinkamtibmas serta Satpol PP," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan, agar para camat, lurah, dan ketua RW dapat mengaktifkan gugus tugas pada tingkat kecamatan, kelurahan dan RW. Sehingga potensi kerumunan massa di lokasi ATM Bank DKI tetap terjaga.
Dilla, Lurah Kebon Baru, Kecamatan Tebet saat dihubungi mengatakan, untuk mencegah terjadinya kerumunan warga di kelurahannya, pihaknya sudah membuat batas social distancing dan juga mengerahkan petugas di lokasi.
Baca juga : GPMI Harapkan Ariza Bisa Bantu Anies Selesaikan Sisa Masa Jabatan di DKI
"Dengan mengecat dan memberi batas pagar dengan traffic cone dan menaruh personil penjagaan. Selain itu ada juga petugas PPSU, Satpol PP, Bimaspol, dan Babinsa," ujarnya.
Selain itu, sambungnya, pihaknya juga mendirikan posko terpadu bagi petugas berada dekat dengan ATM di area kantor kelurahan. Hal ini untuk memastikan situasi aman dan kondusif.
"Sebelum dan sesudah pengambilan uang, warga diharapkan melakukan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Tempat cuci tangan ada di depan ATM dan di depan pintu masuk kantor kelurahan," ucapnya. (RBN)