LampuHijau.co.id - Sebagai bentuk upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan mobil laboratorium Covid-19. Sekretaris Utama BIN, Komjen Polisi Bambang Sunarwinowo menyatakan, pengerahan mobil laboratorium merupakan instruksi dari Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan sebagai deteksi lanjutan terhadap penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Pemeriksaan Covid-19 pada mobil laboratorium dilakukan melalui metode Molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi terjangkit Covid-19 atau tidak pada tubuh seseorang. Bambang mengatakan tes PCR mobil laboratorium lebih diprioritaskan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP), dan orang yang dinyatakan terjangkit Covid-19 melalui pemeriksaan lanjutan.
Baca juga : Usai Jalani Rapid Test, 1 Karyawan PN Depok Ketauan Positif Covid-19
BIN mengerahkan empat unit mobil laboratorium dengan kapasitas uji sebanyak 1.248 sample per hari, terhadap warga yang berisiko terpapar Covid-19 di Jakarta. Kecanggihan mobil itu memenuhi standar Laboratorium Bio Safety (BSL) Two untuk uji Bio Molekuler melalui tes cairan tenggorokan (Swab) dengan sistem PCR. Mobil laboratorium juga dilengkapi Bio Safety Cabinet (BSC) berfungsi sebagai lemari pengaman mikrobiologis, Cryocube F101h tempat penyimpanan sampel atau bahan kimia untuk dianalisis, Thermomixer C untuk pemurnian plasma, RNA, dan DNA.
Selanjutnya, Rotor Gene Q dan Real Time PCR System berkapasitas 72 tabung, Genesis Q31 RT PCR, Centrifufe 5414 R untuk aplikasi penelitian berkapasitas 24 tabung, Micropipet untuk mengukur volume dan pemindahan cairan atau sample, serta alat realtime PCR berfungsi mendeteksi dan menganalisa data sample. BIN juga memiliki alat pelindung diri berupa Helm Thermal KC Wearable N901 yang berfungsi untuk memonitor dan pengendali epidemi terbuat dari material berteknologi canggih, Infra Thermal untuk mengukur suhu tubut secara akurat dan mendeteksi demam tanpa kontak langsung. Keberadaan mobil laboratorium dan helm thermal, maka BIN turut mendukung memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Baca juga : Gubernur Anies Disentil Menkeu Sri Mulyani & Menko PMK Muhadjir
BIN juga melakukan jemput bola dengan menggelar tes cepat massal dengan mengerahkan mobil laboratorium untuk menekan penyebaran Covid-19 di daerah pelosok sulit dijangkau dan rawan terjangkit. PCR Test diklaim mampu mendeteksi 70-100 persen, namun diprioritas untuk orang yang berisiko. Pertama beroperasi, BIN memeriksa 509 sample terdapat empat orang positif Covid-19/di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Rabu (6/5). "Dengan begini bisa masuk ke daerah pelosok yang daerahnya sulit dijangkau. Jadi istilahnya kami jemput bola," ucap Bambang.
Selain Jakarta, BIN secara pro-aktif akan mengerahkan mobil berteknologi tinggi untuk kesehatan itu di zona merah Covid-19, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Selatan. "Tujuannya agar mempercepat menurunnya penularan Covid-19 di tengah masyarakat," tutur Bambang.
Baca juga : Berbagai Modus Nekat Mudik ; Travel Gelap, Ngumpet di Truk Juga Mobil Di-towing
Kelebihan mobil lab itu juga dapat bergerak dan memeriksa langsung warga yang memiliki suhu tubuh tinggi lebih dari 38 derajat celcius dengan syarat menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). BIN berharap tes cepat yang digelar dengan mobil laboraturium dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.(FrK)