LampuHijau.co.id - Larangan mudik selama pandemic Covid-19 telah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi. Namun ada saja sebagian masyarakat yang nekat mudik dengan nyuri-nyuri. Ada yang berhasil sampai ke kampong halaman, tapi sebagian besar bisa diketahui oleh aparat dan disuruh putar balik. Menurut fakta di lapangan, menurut Direktorat Polda Metro Jaya ada beberapa modus yang digunakan warga untuk mengelabui petugas dan nekat mudik di tengah pandemi Corona (COVID-19). Sebagian ada yang menggunakan jasa travel gelap hingga bersembunyi di truk.
"Beberapa modus pemudik, ada yang sembunyi dalam kendaraan. Ada yang masuk ke dalam truk, masuk mobil yang di-towing," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam diskusi online via aplikasi Zoom yang diunggah ke YouTube Institut Studi Transportasi (Instran). Diskusi yang dilakukan online tersebut bertema 'Antisipasi Menghadapi Mudik Lokal Lebaran/Idul Fitri 1441 H Lintas Wilayah di Jabodetabek'. Beberapa pemudik menurut Kombes Sambodo kepergok bersembunyi di dalam angkutan barang dan juga truk.
Baca juga : PermataBank Salurkan Zakat ke BAZNAS
"Ini juga lucu mereka sempat-sempat sembunyi di dalam truk, sehingga ketika disuruh buka bak truknya ternyata di dalam ada orangnya dan truk itu bukan cuma satu, sudah ada 5 yang bisa kami temukan dan semuanya seperti itu," tuturnya.
Selain truk, ada juga travel gelap yang mengangkut pemudik dengan tarif tertentu. "Sampai sekarang sudah ada 22 travel yang sudah kami amankan dan kami tilang. Baik travel gelap menggunakan pelat hitam maupun pelat kuning yang sudah habis izin trayek. Termasuk juga yang mengiklankan diri di medsos itu sudah kami temukan dan kami tangkap," paparnya.
Baca juga : Brigjen Argo Yuwono Resmi Jabat Kadiv Humas Mabes Polri
Modus lainnya adalah naik bus dan bersembunyi dengan cara mematikan lampu. Ini terjadi di bus double decker. "Ada penumpang yang sembunyi di bus double decker, penumpang di atas dengan lampu dimatikan. Ditanya petugas mau ke mana, dibilang 'mau ke pool Pak nggak ada penumpangnya'. Tapi petugas kami curiga dan melakukan pengecekan ternyata di atas ada penumpangnya. Bahkan ada yang sembunyi di dalam toilet lampu dimatikan seolah-olah bus tersebut tidak ada penumpangnya," tuturnya.
Seperti diketahui larangan mudik berlaku sejak 24 April 2020. Selama 12 hari ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memutar balik 12 ribu kendaraan di 33 check point yang tersebar. "Dari 12 ribu kendaraan itu 4.200-nya kendaraan umum, termasuk roda dua seribu lebih," katanya.(LHTJ)