Formula E Tertunda, Anies Didesak Tagih Duit Rp 560 M

Kamis, 7 Mei 2020, 11:56 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta bersurat dengan pihak panitia penyelenggara Formula E terkait pengembalian commitment fee sebesar Rp 560 Miliar. Mengingat penyelenggaraan balap mobil tersebut tertunda lantaran pandemi Covid-19. Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah mengatakan, setuju dengan usulan PSI untuk menarik commitment fee Formula E. Untuk itu, dia menyarankan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bersurat kepada Formula E Operations Limited (FEO).

"Lebih baik gubernur bersurat kepada panitia penyelenggara Formula E, memberitahukan bahwa ibu kota Jakarta tidak mungkin menyelenggarakan Formula E. Saya rasa di sana ada etikad baik untuk mengembalikan, walaupun saya tidak yakin akan dikembalikan 100 persen," ujarnya saat dihubungi wartawan.

Dia mengingatkan, penarikan commitment fee ini penting sebab pembayarannya menggunakan APBD DKI Jakarta. Sehingga harus ada pertanggungjawaban secara umum kepada masyarakat untuk penggunaannya. Untuk itu, Trubus mengharapkan, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan penjelasan mengenai isi kontrak dengan pihak FEO. "Karena idealnya penarikan commitment fee bisa dilakukan karena force majeure. Upaya penarikan commitment fee ini sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, karenakan pembayaran pakai APBD," tutupnya.

Baca juga : Formula E Monas Ditunda Uang Tanda Jadi Nggak Hangus Kok

Sebelumnya, Pemprov DKI memangkas proyeksi anggaran menjadi Rp 47 triliun akibat perekonomian melambat terkena dampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, Pemprov DKI telah membayarkan commitment fee Formula E dengan total Rp560 miliar. Menyikapi hal ini, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta mendesak Gubernur Anies Baswedan agar segera menarik kembali uang commitment fee yang telah dibayarkan kepada pihak Formula E Operations Limited (FEO).

Informasi pembayaran commitment fee Formula E itu bisa diakses dari laman dashboard-bpkd.jakarta.go.id. Rinciannya, pembayaran Rp360 miliar dilakukan pada bulan Desember 2019 untuk gelaran tahun 2020 dan Rp200 miliar pada Februari 2020 untuk tahun 2021. "Pak Gubernur harus berani menarik kembali uang commitment fee Formula E. Acara tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19, sehingga setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp360 miliar," kata Anthony Winza Probowo, Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI telah membayar commitment fee untuk Formula E tahun 2021. Menurut dia, commitment fee yang dibayarkan adalah untuk termin atau jangka waktu pertama. "Sudah (dibayarkan). Termin pertama, hanya baru termin pertama," ucapnya saat dihubungi wartawan kemarin.

Baca juga : Konflik Internal, DPR Didesak Panggil Pimpinan KPK

Besaran commitment fee 2021 yang dibayarkan adalah sebesar 11 juta poundsterling atau sekitar Rp 207 miliar (dengan asumsi 1 poundsterling sebesar Rp 18.881). "(Yang dibayarkan) 11 juta poundsterling," kata dia.

Firdaus mengatakan, commitment fee yang telah dibayarkan sebelumnya sebesar 20 juta poundsterling untuk penyelenggaraan Formula E pada tahun 2020 saat ini masih dibahas. Ia mengaku, Pemprov DKI tak ingin dirugikan karena penundaan pergelaran ajang balap mobil listrik itu. "Ini dalam proses pembahasan, terutama Jakpro selaku penyelenggara di sini dengan pihak Formula E itu dalam pembahasan. Teknisnya di Jakpro," lanjutnya.

"Kemarin setelah ditunda ini kan kita tidak ingin dirugikan. Tapi, untuk MoU itu antara Jakpro dengan pihak Formula E," tambah Firdaus.(DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal