LampuHijau.co.id - Sesuai dengan telegram Kapolri bernomor ST/1378/V/KEP/2020 yang diterbitkan pada Jumat, 1 Mei 2020 lalu, Irjen Pol Nico Afinta dipromosikan menjadi Kapolda Kalimantan Selatan.
Selama berkarir di Kepolisian dan menjalankan tugasnya, Nico penuh dengan totalitas. Tak ayal, banyak kasus-kasus besar yang berhasil diungkapnya. Sehingga, alumni Akpol 92 ini, sangat familiar di kalangan wartawan khususnya awak media yang tergabung di dalam Forum Wartawan Polri (FWP).
Sebut saja prestasinya, saat menjabat Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Nico bersama timnya berhasil mengungkap kasus besar, narkoba jenis sabu seberat 1 ton di daerah Anyer, Banten, pada Kamis, 13 Juli 2017 yang lalu. Dari penyelidikan yang dilakukan selama dua bulan tersebut, ada empat orang WNA yang diamankan.
Baca juga : Sebelum Ditangkap Karena Nyabu Agung Saga Sempat Dugem Bareng Anggita Sari
"Saya masih ingat sekali pengungkapan kasus 1 ton sabu ini telah menjadi perhatian publik, karena besarnya jumlah yang ditangkap. Apabila dibandingkan dengan sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir belum pernah ada pengungkapan narkoba sebesar itu,” ujar Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Naek Pangaribuan, Selasa (5/5/2020).
Selama ini, lanjut Naek, pengungkapan kasus-kasus narkoba hanya belasan kilogram hingga puluhan kilogram saja, baik itu sabu maupun jenis narkoba lainnya. Karenanya, pemberitaan 1 ton sabu ini mendapat perhatian publik dan menjadi berita nasional. Bahkan pemberitaan 1 ton sabu tersebut bisa berhari-hari dimuat, baik di media cetak dan elektronik.
“Tentu ini menjadi kesibukan tambahan baginya, karena bang Nico dikejar-kejar wartawan untuk update berita. Namun, akhirnya dibuatlah rilis besar-besaran,” kenang Naek yang juga Sekretaris Persatuan Wartawan Indoneai (PWI) Jaya.
Baca juga : Bantu Warga Terpapar Corona, Tunjangan PNS DKI Dipangkas Hingga 50 Persen
Atas prestasi tersebut, Irjen Pol Idham Azis yang kala itu menjabat Kapolda Metro Jaya pun memberikan penghargaan, bahkan pernah menjanjikan promosi Jenderal. “Apresiasi yang disampaikan pak Kapolda tesebut ketika dalam rilis akhir tahun 2017 terkait Kamtibmas Ibu Kota,” ungkap Naek mengingatkan.
Sebenarnya, prestasi yang telah diraih Nico bukan dalam pengungkapan kasus sabu 1 ton tersbut. Namun, juga saat Nico menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, lagi-lagi prestasi pernah ditorehnya. Dalam kondisi suhu politik yang memanas karena adanya pilpres, Ratna Sarumpaet pernah menyebarkan hoax ke publik. Dengan wajah yang babak belur, Ratna mengaku menjadi korban penganiayaan.
Dalam penyelidikan yang dilakukan, menunjukkan Ratna membuat rekayasa dalam kasus tersebut. Ratna pun ditangkap di Bandara Soekrno Hatta, akhirnya diadili dan telah menjalankan hukumannya.
Baca juga : Ketua RT Salurkan Nasi Boks Sahur untuk Warga dari Bhayangkara Peduli Polres Jaktim
“Saat itu, ratusan wartawan menunggu Ratna di Polda Metro Jaya yang ditangkap oleh tim Ditkrimum untuk dilakukan proses pemeriksaaan. Ini membuktikan kasus tersebut menjadi perhatian publik,” katanya.
Sebenarnya, banyak kasus-kasus besar lain yang pernah diungkap oleh Nico, yang dikenal Naek selama belasan tahun. Hal ini dimulai dari posisi di Kasat Ranmor, Kasat Jatanras, Wadirkrimum di Polda Metro Jaya. Karirnya pun tambah melesat. Nico menjadi Kapolrestabes Medan pada 2013, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan Dirtipidum Bareskrim Polri hingga akhirnya menjadi Kapolda Kalimantan Selatan. (DIR)