DPR Sesalkan Pemotongan Anggaran di Lingkup Kementan

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.
Senin, 4 Mei 2020, 21:03 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejumlah anggota Komisi IV DPR RI menyayangkan pemotongan anggaran di Kementerin Pertanian (Kementan). Padahal, anggaran yang yang tersedia sesungguhnya untuk kepentingan para petani sekaligus pemenuhan ketersediaan pangan supaya tercukupi dengan baik.

"Sesungguhnya kita kecewa dengan pemotongan anggaran, karena di satu sisi menyangkut hajat hidup orang banyak. Untuk itu, Menteri Pertanian harus memberikan penjelasan kepada Presiden bahwa anggaran ini untuk keperluan perut rakyat," ujar anggota Komisi IV, Suhardi Duka dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian SyahruI Yasin Limpo, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, pemotongan anggaran harus dikoordinasikan dan dibahas secara detail antara Kementan dengan Pemerintah. Dia berharap, pemotongan ini bisa dilakukan peninjauan ulang agar tidak terjadi situasi buruk seperti krisis pangan.

Sementara, anggota komisi IV lainnya dari fraksi Demokrat, Muslim, mendukung penuh pemulihan anggaran di lingkup Kementan demi mendukung peningkatan kinerja. Terlebih ia menilai, saat ini Kementan memiliki program-program yang memiliki keunggulan dan patut didukung.

Baca juga : BPS: Data Tunggal Produksi Pangan Juga Digunakan Kementan

"Saya sangat mengapresiasi program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang banyak melibatkan petani milenial. Perkembangan petani milenial sekarang juga sangat bagus menyakut agroponik dan agrowisata," terang Muslim.

Sebagai informasi, PWMP merupakan program andalan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan yang telah terbukti mampu mencetak generasi pengusaha muda atau enterpreneur, khususnya di bidang pertanian.

Program ini merupakan salah satu upaya untuk menepis anggapan negatif tentang dunia pertanian khususnya di level anak muda. Padahal di tangan mereka pembangunan pertanian justru bisa berkembang dengan baik dan berada di garis depan.

Untuk itu, keberadaan anak muda sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan pertanian masa depan. Apalagi anak muda merupakan generasi yang aktif berfikir kreatif, inovatif dan cepat beradaptasi menunjukkan kemampuannya untuk bersaing di level internasional.

Baca juga : Penegasan ACT Soal Pengiriman Bantuan Ke India

"Jika program ini terus dikembangakan, maka saya semakin optimistis Kementan bisa mencetak 5,2 juta petani milenial yang handal dan inovatif. Namun, tetap saja harus didukung dengan anggaran dan kerja sama antarfakultas pertanian seluruh perguruan tinggi di Indonesia," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa tugas Kementan bukan hanya melulu mengurusi harga dan penyerapan petani. Kata dia, tugas tersebut sejatinya berada di tangan Bulog dan Kementerian Perdagangan.

"Setiap ada masalah harga dan penyerapan petani selalu menyalahkan Kementan, padahal urusan penyerapan adalah urusannya Bulog dan urusan harga adalah urusannya Kemendag," papar Andi.

Oleh karena itu, dengan sisa anggaran yang telah dipotong, Andi berharap, Kementan tetap fokus mengurusi produksi dalam negeri agar bisa terus memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Langkah ini perlu dilakukan supaya dana yang tersedia tetap menunnjukan hasil positif.

Baca juga : Polisi Amankan Pelaku Begal Payudara di Kampung Rambutan

Andi menambahkan, kerja sama dengan Kementerian dan Lembaga terkait juga perlu mendapat perhatian khusus agar proses pembangunan berjalan secara baik. Komunikasi harus lancar agar menimbulakn solusi bagi permasalahan yang dihadapi.

"Jangan sampai masyarakat terbebani. Jadi yang juga paling penting adalah sinegri antar Kementerian dan lembaga bisa menjadi kunci bagi pembangunan pangan yang lebih baik lagi. Kita berharap ada solusi di setiap masalah," tutupnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal