LampuHijau.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta, Haji Zuhdi Mamduhi yang biasa di panggil "HZM" membagikan ribuan paket sembako di kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Aksi politisi muda partai Gerindra ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat bawah yang terdampak wabah Covid-19 di Ibu Kota.
Zuhdi Mamduhi mengungkapkan, wabah Covid-19 yang makin menyebar menyebabkan masyarakat bawah alias rentan ekonomi menjadi sangat terdampak. Akibatnya, mereka was-was dalam keseharian perihal ketersediaan makanan keluarga.
"Saya merasa terpanggil untuk ikut membantu meringankan kesusahan warga yang terdampak wabah covid 19. Khususnya yang ada di Kecamatan Cakung. Mulai Kamis (30/4/2020) hari ini, ribuan paket sembako kita distribusikan secara bertahap," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Kamis (30/4/2020).
Loyalis Prabowo Soebianto ini berharap, dengan bantuan paket sembako yang diberikannya bisa membantu meringankan beban masyarakat yang benar-benar membutuhkan. "Meski tidak seberapa, namun bagi mereka, bantuan ini diharapkan bisa sangat berarti untuk menyambung hidup sekeluarga selama beberapa hari," kata Zuhdi.
Baca juga : Bantu Pemprov DKI, Sarana Jaya Bagikan 300 Paket Sembako dan Masker Kain
Zuhdi yang juga anggota komisi C (bidang anggaran) mengungkapkan, dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta Senin (27/4), telah memutuskan mengalihkan sejumlah anggaran kegiatan tahun ini sebagai bentuk kepedulian pada penanganan Covid-19. DPRD menyepakati anggaran yang akan direalokasi sebesar Rp256,5 miliar.
Efisiensi anggaran tersebut dilakukan untuk semua kegiatan kunjungan kerja alat kelengkapan dewan (AKD), Sosialisasi Perda, dan Reses. "Karena DPRD ikut prihatin, dan ini bentuk support kita dalam penanganan wabah Covid-19 ini. Karena itu semua kegiatan AKD kita nol-kan,” jelas Zuhdi.
Baca juga : Kurang Perhatian, Lemonilo Berikan Bantuan Untuk Para Pengemudi Taxi
Ia berharap, jajaran eksekutif sebagai eksekutor dari realokasi anggaran kegiatan DPRD DKI dapat memastikan bahwa distribusi bantuan sosial (bansos) dilakukan tepat sasaran, dan peristiwa kesalahan pemberian pada warga yang tak berhak kembali terulang. "Bansos harus tepat sasaran,” tandas Zuhdi. (DRI)