LampuHijau.co.id - Sebuah video pengakuan seorang perempuan paruh baya menerima bantuan nasi bungkus berisi lauk daging anjing membuat geger dunia maya. Video berdurasi 1.10 menit itu beredar di sejumlah pesan WhatsApp pada Minggu (26/4).
Seorang perempuan mengenakan kerudung hitam itu mengaku warga Warakas, Jakarta Utara. Dia menerima nasi bungkus berukuran sedang dengan cap “Nasi Anjing”. Nasi ini disebut dibagikan oleh tiga orang saat berbagi nasi bungkus di depan masjid Babah Alun, Warakas. Sang perempuan paruh baya itu lantas menunjukkan bungkus nasi kepada perekam video.
Baca juga : BAZNAS Kuatkan Layanan Unit Pengumpul Zakat
“Nih dikasih sama tiga orang. Nasi ini saya ambil, karena namanya nasi saya ambil lah. Orang saya dikasih. Pas saya lihat ini nasinya ada bacaannya nasi anjing,” urainya. Lalu si perekam video menyorot kamera ke arah nasi bungkus. Tampak jelas ada stempel bertuliskan nasi anjing dalam nasi tersebut.
“Ini buat orang yang nggak tahu, dikasih nasi bungkus disangkain sembako orang yang tidak mampu. Tapi isinya ini daging anjing nih,” ujarnya dengan suara layaknya seorang pria muda. Si ibu langsung menyambar. Menurutnya, makanan jenis ini banyak dibagikan di bawah kolong tol Warakas. “Depannya Babah Alun. Bukan di Babah Alun-nya. Di depan Babah Alun,” terangnya.
Baca juga : Pemda Geber Lokasi Rawan Kekeringan di Jakarta
Kejadian ini pun membuat warga sekitar merasa dilecehkan. Terlebih terdapat cap kepala anjing di bungkus nasi tersebut dan disertai tulisan "Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing, #JAKARTATAHANBANTING".
Belakangan diketahui sebungkus makanan cepat saji itu berasal dari kelompok ARK Qahal. "Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing. Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Ahad, 26 April 2020.
Baca juga : Diduga Santap Makanan dari OTK, Wanita Massa Aksi di MK Keracunan
Polisi yang mendapat laporan segera bergerak mencari kelompok ARK Qahal untuk dimintai konfirmasi. Dari hasil penyelidikan, Yusri mengatakan kelompok tersebut memang sengaja menamai nasi bungkus tersebar dengan nama Nasi Anjing. Namun, pihak pemberi mengaku tak ada niat untuk melecehkan pihak yang menerima bantuan tersebut.
Pihak ARK Qahal mengatakan nama Nasi Anjing dipilih karena porsi nasi yang lebih besar dibanding Nasi Kucing. Selain itu, mereka menganggap anjing merupakan hewan yang setia sehingga tak ada unsur pelecehan pada pemilihan diksi hewan itu untuk makanan.
"Pembuatan nasi juga dengan bahan halal. Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain," kata Yusri. Dengan adanya keterangan dari pihak pemberi itu, Yusri mengatakan kasus itu murni karena salah paham saja. Pihak ARK Qahal pun sudah membuat video klarifikasi terkait istilah Nasi Anjing yang sempat menimbulkan persepsi lain. (LHTJ)