LampuHijau.co.id - Berdasarkan prediksi para ilmuwan dari berbagai kelompok ilmiah, momentum puncak wabah virus Corona di dalam negeri diperdiksi mulai Mei hingga Juli. Angka positif COVID-19 bisa mencapai 106 ribu kasus. "Prediksi kasus biasa dikerjakan oleh para pakar yang berasal dari banyak kelompok, institusi ilmiah, dan perorangan. Kami mengulas semuanya dan menggabungkan semua prediksi tersebut," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Lanjut Wiku, dipercayai puncak dari pandemi ini di Indonesia akan dimulai pada awal Mei dan akan terus berlangsung sekitar awal Juni," tutur Wiku menggunakan bahasa Inggris. Dia menyebut angka kumulatif kasus positif COVID-19 pada puncak wabah bakal mencapai 95 ribu kasus. Namun kemudian, dia juga menyebut angka yang lebih dari 95 ribu kasus diprediksi terjadi pada Juni atau Juli.
"Angka kasus selama puncak secara kumulatif adalah 95 ribu kasus. Sedangkan selama Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus," tutur Wiku.
Baca juga : 160 Positif Corona, Anies Minta Wali Kota dan Lurah Kerja Keras
Menanggapi prediksi itu Tim Pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai jumlah kasus positif virus Corona di Indonesia bisa saja lebih dari 106 ribu saat puncak wabah pada Juli. Namun hasil itu bergantung pada intervensi yang dilakukan dalam upaya pencegahan. "Sangat tergantung intervensi yang kita lakukan," kata Pandu Riono, Tim Pakar FKM UI, Minggu (19/4/2020).
Menurut Pandu, perlu diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional. Selain itu, Pandu menyebut, perlu ada peningkatan tes massal Corona dengan metode PCR. "Usulan saya PSBB lingkup nasional dengan memungkinkan intensitas implementasinya bervariasi per wilayah berdasarkan situasi epidemi dan kemampuan pemda," ujar Pandu. "Kombinasi dengan peningkatan tes massal untuk screening diagnosis dengan metode PCR. Jalankan isolasi ketat pada yang positif," lanjut dia.(LHTJ)
Baca juga : Cegah Penyebaran Corona, Dirut Pasar Jaya: Warga Masuk Pasar Disterilkan