LampuHijau.co.id - Sesuai penugasan Pemprov DKI, dalam waktu tidak lama lagi, akan dioperasikan JakGrosir di Jakarta Pusat (Jakpus) dan Jakarta Selatan (Jaksel). Artinya, lima wilayah DKI ditambah satu Kepulauan Seribu sudah memiliki grosir murah untuk warga Jakarta.
"Kami sedang siapkan lokasi JakGrosir untuk Jakarta Selatan. Awalnya di Pasar Warung Buncit, namun ada perubahan karena lahannya mau di ruislag. Kalau di Jakarta Pusat kemungkinan besar di Pasar Kenari," kata Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin kepada Lampu Hijau The Jak, Jumat (3/4/2020).
Arief menjelaskan, awalnya dua lokasi JakGrosir ini akan dibangun baru menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) APBD DKI. Namun untuk efektifitas, akan menggunakan lahan pasar yang ada. Tentu kondisinya harus bagus.
Baca juga : Bisa Pesan Online, Jakgrosir Pasar Walang Baru Resmi Beroperasi
"Untuk JakGrosir di Jakarta Selatan, Pasar Mede menjadi prioritas. Sedangkan di Jakarta Pusat, Pasar Kenari kami nilai sangat refresentatif. Ditambah di lokasi itu sudah ada Pasar Buku yang diresmikan Gubernur DKI Anies Baswedan tahun lalu," jelas Arief.
Seperti diketahui, empat JakGrosir yang sudah beroperasi adalah JakGrosir Pasar Induk Kramat Jati untuk Jakarta Timur, JakGrosir Walang Baru untuk Jakarta Utara, JakGrosir Kedoya untuk Jakarta Barat, dan JakGrosir Pulau Tidung Kecil untuk Kepulauan Seribu.
Belanja Online
Baca juga : Konsep Pertama Terintegrasi, Rusunawa Pasar Rumput Segera Beroperasi
Menyinggung soal belanja online sesuai arahan Gubernur, Arief menjelaskan, dalam mengikuti arahan social distancing atau jaga jarak aman cegah Corona, pihaknya sudah mendata ada 2.500 pedagang yang sudah pasti dan 40.000 pelanggan yang akan belanja dengan sistem online.
"Terima kasih kepada semua pihak atas saling bekerja sama membantu sesama. Ayo bersama melawan Covid-19 dengan melakukan belanja online ke pasar tradisional kita! Saat ini sudah ada 2.500 pedagang yang go online dan Alhamdulillah sudah ada 40.000 pelanggan yang mau dan ini terus tumbuh," jelasnya
Hingga saat ini, ujar Arief, pihaknya sudah intens mengadakan rapat dengan pihak Grab. Dan ke depan, diharapkan aplikasi online ini akan langsung ke aplikasi Grab seperti Grab Food. Saat ini masih si pembeli pesan lalu driver Grab diminta mengantar belanjaan ke rumah warga. Dan prinsip tawar menawar lazimnya di pasar tetap diperhitungkan. (ULI)