LampuHijau.co.id - Mulai kemarin, Jumat (20/3), Presiden Jokowi mengungkapkan pelaksanaan tes cepat (rapid test) virus Corona. Wilayah yang dites lebih dulu adalah daerah yang penyebarannya paling tinggi di Indonesia, yaitu Jakarta Selatan. "Hari ini pemerintah telah mulai melakukan rapid test sebagai upaya untuk memperoleh indikasi awal apakah seseorang positif terinfeksi Covid-19 ataukah tidak. Pemerintah memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi yang paling rawan terinfeksi Covid-19," kata Jokowi.
Baca juga : 25 Tenaga Medis di Jakarta Terjangkit Corona, 1 Meninggal
Pemerintah juga telah memutuskan untuk melakukan desentralisasi tes yang memberikan kewenangann kepada laboratorium-laboratorium yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan. Sedangkan untuk obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara terdampak Corona agar bisa digunakan untuk mengobati Covid-19. Namun, Jokowi mengingatkan obat itu harus sesuai dengan resep dokter.
"Obat tersebut akan sampai kepada pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi. Saya sudah minta kepada BUMN farmasi yang memproduksi ini untuk memperbanyak produksinya," ujar Jokowi.
Baca juga : 120 Petugas Damkar Dikerahkan Menyemprot Cairan Disinfektan di Jakarta Selatan
Infrastruktur-infrastruktur pendukung yaitu rumah isolasi dan rumah sakit disiapkan. Wisma Atlet Kemayoran siap dijadikan rumah sakit darurat Covid-19 dan juga sebagai rumah isolasi pada Sabtu (21/3) malam. Sedangkan, Pulau Sebaru dan Pulau Galang juga disiapkan untuk menjadi ruang karantina dan observasi dan isolasi. Untuk Pulau Galang akan selesai dibangun pada Sabtu (28/3).
"Kapasitas rumah sakit rujukan akan terus ditingkatkan dan ditambah. Baik dari sisi ruang, sisi peralatan dan SDM. Rumah sakit TNI, Rumah Sakit Polri dan Rumah Sakit BUMN yang ada di daerah-daerah terinfeksi juga telah disiapkan sebagai RS Covid-19. RS swasta juga akan diajak serta untuk berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya," kata Jokowi.
Baca juga : Perumda Pasar Jaya Sterilisasi Pasar Tanah Abang Blok B
Sementara itu pemerintah kemarin mengumumkan ada penambahan 60 kasus baru virus corona. Jumlah total saat ini tercatat 369 kasus positif dengan 17 di antaranya sembuh dan 32 meninggal. "Ada 60 kasus baru sehingga jumlah total 369," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto. Sejak 19 Maret pukul 12.00 hingga siang ini tercatat ada penambahan 60 kasus positif sehingga jumlah total menjadi 369. Jumlah pasien sembuh bertambah 1, menjadi 17 kasus dan meninggal bertambah 7 kasus menjadi 32.(LHTJ)