160 Positif Corona, Anies Minta Wali Kota dan Lurah Kerja Keras

Ilustrasi.
Kamis, 19 Maret 2020, 22:52 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta meminta seluruh jajarannya hingga tingkat RT/RW untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19).

Sebanyak 160 warga yang positif Covid-19 dalam waktu hitungan 18 hari merupakan angka yang sangat tinggi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, perkembangan penularan Covid-19 di Jakarta menunjukan tren yang amat tinggi.

Sampai dengan Rabu (18/3/2020) kemarin, jumlah kasus positif di Jakarta itu 160. Artinya dalam hitungan 18 hari, dari mulai dua kasus positif menjadi 160 adalah pertumbuhan yang signifikan untuk sebuah tempat seperti di Jakarta. Untuk itu, kata Anies, Kamis (19/3) kemarin, pihaknya mengumpulkan seluruh wali kota, 267 lurah, dan 44 camat dalam rangka rapat kerja melakukan langkah langkah agresif mencegah penularan.

Baca juga : Anies Minta Warga Ibu Kota Berdiam Di Rumah

"Langkah yang kita lakukan adalah kita semua tahu yang dicegah adalah penularanannya maka pembatasan interaksi dilakukan," kata Anies usai rapat di kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Anies menjelaskan, para lurah nantinya akan bekerja sama dengan para RT/RW mengumpulkan semua masyarakat dan memberikan kesadaran atas risiko penularan. Semua kegiatan perkumpulan di kampung harus ditunda sampai penularan Covid-19 terkendali.

Menurut Mantan Menteri Pendidikan itu, pencegahan harus dilakukan dari lapisan masyarakat paling dasar. Untuk itulah, setelah rapat, para lurah langsung bekerja melakukan pencegahan dari level grass root.

Baca juga : Walikota Bekasi Berencana Larang Warganya ke Jakarta

"Jadi, inti utama pertemuan tadi adalah menyamakan di semua wilayah dilakukan pembatasan interaksi antarorang satu-satunya cara atau cara yang paling efektif untuk bisa  mengurangi potensi penularan. Jadi, setelah paparan tadi para lurah kembali ke tempat dan mereka langsung bekerja kita berharap ini bisa segera tuntas," ujarnya.

Ditambahkan, Pemprov DKI Jakarta akui telah menyiapkan skema menutup kota sementara (lockdown) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Namun, saat ini DKI baru sampai tahap melakukan pengurangan interaksi. Dikatakan, Pemprov DKI Jakarta harus mengantisipasi semua kemungkinan.

Tahapan saat ini, pihaknya tengah melakukan pengurangan interaksi sebagai cara untuk mencegah penularan. "Itu yang kita kerjakan sekarang. Jadi dengan cara seperti itu, kita bisa mencegah terjadinya penularan," kata Anies.

Baca juga : Tekan Penyebaran Corona, Pemprov DKI-Kemenkes-Polda Metro Jalin Kerja Sama

Anies menjelaskan, pencegahan dengan pembatasan interaksi itu tidak bisa terjadi kalau hanya pemerintah yang menganjurkan tapi masyarakat tetap melakukan interaksi. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat membatasi interaksi. Lantaran virus yang di hadapi saat ini tidak terlihat, tapi penularannya sangat pesat dan tidak pilih pilih siapa saja, terutama yang berinteraksi dengan yang positif punya potensi tertular juga.

"Kalau setahu saya kita tidak melakukan itu (pengetatan keluar-masuk Jakarta)," ungkapnya.  (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal