Denny JA Terima Penghargaan Sastra Tingkat ASEAN dari Malaysia

Minggu, 15 Maret 2020, 13:23 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Presiden Badan Bahasa dan Sastra Sabah, Datuk Jasni Matlani, melalui surat resmi yang ditujukan kepada Denny JA bulan Febuari 2020, mengabarkan bahwa Badan Bahasa dan Sastra Sabah bersepakat memberikan penghargaan kepada Denny JA berupa hadiah “Sastra Kemanusian dan Diplomasi ASEAN.”

“Semoga penghargaan ini ikut menjadi penanda bahwa tak hanya di dunia politik, bisnis dan jurnalisme, di dunia sastra pun selalu terjadi inovasi,” demikian respons Denny JA menanggapi penghargaan sastra tingkat ASEAN tersebut.

Baca juga : Penegasan ACT Soal Pengiriman Bantuan Ke India

Dalam hal tersebut, Denny JA dianggap berjasa membuat terobosan, melahirkan dan memopulerkan puisi esai hingga ke tingkat negara ASEAN. Melalui inovasi itu, puisi melampaui fungsi tradisionalnya. Bahkan, kisah hubungan dua negara di ASEAN atau dinamika batin masyarakat di negara ASEAN bisa dikisahkan melalui puisi esai.

Puisi esai menjadi cara baru bertutur untuk meriwayatkan kisah. Sudah terbit beberapa buku dalam bentuk puisi esai yang ditulis oleh penyair Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailand. Membaca puisi esai yang mereka tulis, kita membaca batin dan kultur hubungan manusia di antara negara ASEAN.

Baca juga : KEREN! ACT Raih Penghargaan NGO Terfavorit

Telah terbit pula di tahun 2019 buku hasil lomba puisi esai tingkat ASEAN, berjudul “Yang Sunyi dan Terasing.” Di tahun 2019, penulisan puisi esai bahkan sudah dilombakan di negara ASEAN.

Denny JA merasa senang puisi esai yang dibidaninya bisa ikut menjembatani kerja sama budaya antar penulis negara ASEAN. Ke depan, sambung Denny, dirinya akan mengumpulkan 10 penyair.

Baca juga : Tender Pengadaan Jasa Promosi Akun Medsos Divhumas Polri Sesuai dengan Kegiatan

“Saya akan kumpulkan 10 penyair Palestina dan Israel. Mereka diharapkan mengekspresikan kisah dan mimpi hubungan dua negara itu melalui puisi esai," urainya.

Kini, Denny sedang menuntaskan 34 skenario film dari 34 provinsi tentang drama manusia dalm kearifan lokal masing-masing provinsi. "Ini mungkin yang pertama kali terjadi, serial skenario film ini semua berdasarkan puisi. Yaitu puisi esai," ujar Denny. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal