LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar konferensi pers, Jumat (13/3/2020) petang, terkait tudingan miring sejumlah pihak atas pengiriman bantuan kepada Muslim di India.
Tudingan miring itu menyebut, ACT sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang mendanai kerusuhan antara umat Muslim di India dengan pemerintah setempat.
Bertempat di Menara 165, Jakarta Selatan, Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur menjelaskan, ACT selama ini concern dan selalu berupaya mengimplementasikan amanah para dermawan. Amanah kepedulian tersebut, imbuhnya, disampaikan kepada saudara yang kesusahan, baik akibat bencana alam, bencana sosial, maupun krisis kemanusiaan.
Selanjutnya, ACT juga tak hanya mengirim bantuan bagi yang kesulitan di Tanah Air, tapi juga hingga sejumlah negara seperti Palestina, Suriah, termasuk salah satunya India. Apalagi, lanjut Syuhelmaidi, ACT sebagai lembaga kemanusiaan Global, selalu berkoordinasi dengan organisasi resmi guna memudahkan pengiriman bantuan.
"Selama ini, prinsip kami sebagai lembaga kemanusiaan selalu independen di manapun kami mengimplementasikan program. Misalnya, kami membantu Rohingya, tetapi tidak terlibat dalam konflik politik. Tidak terlibat dalam ranah konflik internal negara.
Baca juga : Pengamat dan Akademisi Serukan Masyarakat Jangan Panic Buying
Termasuk juga ketika kami melakukan implementasi di India. Prinsip kami adalah membantu kemanusiaan merupakan sebuah kewajiban. Kami melihat banyak korban yang berjatuhan, keterpanggilan ini kami wujudkan dengan memberikan bantuan secara langsung. Bantuan yang kami berikan pun bersifat emergency. Bantuan yang kami berikan kepada para korban seperti; bantuan santunan, pangan, rumah, kesehatan, dan pendidikan.
Kami pun dalam memberikan bantuan tidak memilah-milah. Hal ini karena kemanusiaan adalah wilayah yang netral, tidak terbatas SARA dan selalu bekerja sama dengan para mitra terpercaya,” ungkapnya seperti dalam rilis yang diterima Lampu Hijau The Jak, Jumat (13/3).
Dalam konferensi pers yang turut dihadiri Presiden ACT Ibnu Khajar dan Direktur Global Humanity Response Bambang Triyono juga ditegaskan, ACT telah memilih India sebagai negara untuk pengiriman bantuan program kemanusiaan sejak 2017 lalu.
Sementara pada Februari 2020 kemarin, ACT mengirimkan bantuan sebagai respons terhadap konflik krmanusiaan di sana. Berikut bantuan yang dikirimkan ACT ke India kemarin:
● Ratusan paket pangan. Masing-masing paket pangan terdiri dari 10 kg tepung gandum utuh, 5 kg beras, gula, minyak goreng, teh, garam, dan bumbu masak.
Baca juga : Warga Usulkan 463 Perbaikan Drainase di Kemayoran
● Santunan kepada korban dan keluarga korban kerusuhan New Delhi.
● Santunan kepada puluhan keluarga penerima adalah keluarga yang rumahnya hancur atau anggota keluarganya menjadi korban kerusuhan tersebut.
Dan di antara penerima bantuan tunai memiliki kondisi sebagai berikut:
- Korban yang rumah hancur dan hangus.
- Janda yang kehilangan anak.
Baca juga : Ngeri! Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Hancurkan Janin dengan Bahan Kimia
- Korban yang kehilangan tempat usaha dan mata pencaharian.
Hingga kini, ACT senantiasa melaporkan semua implementasi program melalui berbagai medium, seperti media sosial dan publikasi di media massa. Hal ini karena cakupan wilayah ACT, tidak hanya kasus-kasus konflik di beberapa negara, namun juga selalu membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam di berbagai negara lainnya.
Dari sisi laporan keuangan, ACT juga selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 14 tahun berturut-turut sebagai bukti bahwa lembaga kemanusiaan yang kredibel. (YUD)