Antisipasi Corona, Mujiyono: Salam Bungkuk Antarpegawai Dinilai Sangat Efektif

Rabu, 11 Maret 2020, 15:12 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta, Mujiyono meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membiasakan salam bungkuk. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 atau virus Corona di Jakarta.

"Kita harus biasakan salam bungkuk untuk sementara ini. Dan ini harus dipelopori oleh pejabat DKI, mulai gubernur, wali kota, hingga tingkat RT. Karena salaman dengan berjabat tangan ini sudah menjadi kebiasaan kita. Kalau ini diubah, untuk sementara waktu, bisa menjadi antisipasi penyebaran Corona," ujar Mujiyono di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Diakuinya, salam bungkuk lebih efektif ketimbang salam sikut yang diramaikan pemimpin dunia. Sebab, ungkapnya, salam bungkuk sama sekali tidak bersentuhan secara fisik namun tetap menghormati satu sama lain.

"Itu efektif selain cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun. Apalagi beberapa rumah sakit menyarankan agar menggunakan sikut saat membuka pintu, menekan tombol lift dan lainnya," ucapnya.

Baca juga : Potensi Pasar Hunian Milenial Terintegrasi Sangat Menjanjikan

Sementara Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, baik itu ASN, pegawai BUMD, hingga pegawai kontrak/honorer, untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan isolasi diri jika mengalami gejala COVID-19. Dia meminta, agar pegawai itu mengisolasi diri dan berhalangan masuk kerja jika terdapat gejala COVID-19.

“Kami mengimbau kepada seluruh ASN, pegawai BUMD, pegawai kontrak atau honorer, untuk melakukan isolasi diri jika terdapat gejala COVID-19. Harap melaporkan hal itu kepada atasan dan dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan.

Tidak ada pemotongan gaji dan tidak ada pemotongan tunjangan kinerja bila mereka harus melakukan self quarantine," kata Anies.

Menurutnya, pengisolasiam diri tersebut merupakan upaya menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan kolega, tetangga, dan lingkungan dari bahaya virus Korona sesuai prosedur karantina yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.

Baca juga : Telat Karena TPS Banyak, Maryadi: Pleno Suara Cengkareng Digelar Siang Ini

Dia mengatakan, pencegahan penularan COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga perlu menjadi sebuah gerakan yang dapat dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, langkah-langkah yang ditujukan bagi pegawai ini dapat juga dilakukan oleh private sector, yaitu perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta.

“Bayangkan bila ada pelayan di sebuah restoran, lalu beliau masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan, harus diistirahatkan. Maka, dia akan mengalami dilema. Bila istirahat, penghasilannya hilang. Bila dapat penghasilannya, dia akan potensi memaparkan kepada yang lain.

Karena itu, ini harus dikerjakan sebagai sikap bertanggung jawab atas keselamatan seluruh komponen bangsa khususnya yang ada di Jakarta. Jadi, kami lakukan tindakan ini semua, tapi kami berharap ini bisa dilakukan juga oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta untuk bersikap yang sama,” jelasnya.

Anies juga berpesan, agar masyarakat mengurangi kegiatan berjabat tangan dan kontak fisik langsung, tanpa mengurangi rasa hormat satu sama lain. Perilaku ini perlu dilakukan sebagai upaya mawas diri dan waspada terhadap potensi penularan COVID-19.

Baca juga : PT Pupuk Kujang Jamin Ketersediaan Pupuk untuk Petani

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tapi juga harus tetap waspada. Hindari kegiatan yang padat massa, kurangi berjabat tangan dan kontak fisik langsung, serta jaga jarak saat sedang berbicara,” pungkasnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal