LampuHijau.co.id - Sumur Wakaf merupakan salah satu program andalan Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang menyasar daerah-daerah dengan keterbatasan air bersih. Sejumlah wilayah pelosok dan perkotaan di Tanah Air merasakan manfaat kehadiran Sumur Wakaf.
Tak hanya membuatkan sumur yang mengeluarkan air layak konsumsi, Global Wakaf-ACT juga kerap mendirikan fasilitas penunjang lain seperti MCK dan tempat wudu, untuk kebutuhan masyarakat.
Di beberapa wilayah di Indonesia, krisis air bersih bahkan dirasakan tak melulu ketika musim kemarau tiba. Karena faktanya, di musim penghujan pun ada sejumlah wilayah yang warganya tak mendapatkan air bersih layak minum. Maka, kehadiran Sumur Wakaf amat dirasakan mengingat air memang kebutuhan yang juga vital.
Baca juga : Respons Natuna, ACT Kirim 25 Ton Beras dari LBW Blora
Dan guna meluaskan manfaat dan cakupannya, Sumur Wakaf kian melebarkan sayapnya agar bisa dirasakan juga oleh orang lain yang membutuhkan, tak hanya di Indonesia. Lantas, Global Wakaf-ACT membangun Sumur Wakaf di Palestina, yang juga mengalami krisis air bersih.
Seperti di Desa Albendouin, wilayah utara Gaza, Palestina. Desa yang dihuni 270 kepala keluarga atau sekitar 1.900 jiwa ini, sangat membutuhkan air bersih lantaran kondisi air di sana yang sudah terkontaminasi polusi.
"Sumber air yang ada terkontaminasi bahan berbahaya akibat konflik kemanusiaan. Banyak dari mereka terserang penyakit karena tak bisa membeli air bersih untuk konsumsi," jelas Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT, Senin (24/2/2020).
Baca juga : Bantu Korban Banjir di Bidara Cina, 4 Unit Armada ACT Disiagakan
Dikutip dari news.act.id, Palestina kini mengalami krisis air bersih. Public Radio International melaporkan, sejak 20 tahun lalu, 85 persen air minum di Gaza terkontaminasi. Pada 2018, mereka menemukan fakta memprihatinkan bahwa kadar kontaminasi meningkat menjadi 97 persen. Padahal, mengonsumsi air terkontaminasi adalah masalah serius bagi kesehatan. Sejumlah penyakit seperti diare, penyakit ginjal, pendek (stunting), hingga gangguan kecerdasan adalah risikonya.
Sementara lokasi Sumur Wakaf di Desa Albendouin berada di halaman salah satu masjid di sana. Dikatakan Faradiba, dipilihnya lokasi ini selain agar mudah diakses para jamaah, juga bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Selain itu, Global Wakaf-ACT juga membangun Sumur Wakaf lainbya di wilayah Deir Al-Balah, Gaza. Meski di tempat ini berdiri berbagai gedung pemerintahan, namun persediaan airnya sangat minim. Nantinya, air bersih tak hanya dinikmati pegawai yang bekerja di kompleks pemerintahan, tapi juga warga yang lewat di jalan-jalan sekitar Deir Al-Balah yang jumlahnya mencapai ribuan orang tiap hari.
Baca juga : Kedepankan Kualitas, Beras di LBW-ACT Bukan Kaleng-kaleng
Hingga kini, sudah ada tiga Sumur Wakaf yang dibangun di Gaza. Sebelumnya pada Desember 2019, satu sumur dibangun di kompleks sekolah Taqir bin Ziyad. (YUD)