Supaya Nggak Tawuran Lagi

Pemuda Pasar Manggis Minta Pekerjaan ke Pemkot Jakarta Selatan

Minggu, 7 April 2019, 23:43 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejumlah pejabat Pemkot Jakarta Selatan, melakukan pertemuan dengan pemuda yang kerap melakukan tawuran di Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, kemarin malam. Dalam pertemuan itu, mereka meminta kepada Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali untuk diberikan pelatihan dan pekerjaan.

Menanggapi, keinginan dan keluhan itu, Marullah menegaskan, siap memfasilitasi dan membantu memberikan solusi. "Semua masalah yang menonjol di sini diungkapkan (dalam pertemuan), bukan saya ingin selesaikan semua, tapi kalau tidak diungkapkan malah nanti jadi masalah. Kalau sudah diungkap, kalau ada yang diselesaikan buru-buru, kita selesaikan," ujar Marullah saat berinteraksi dengan warga.

Kemudian, lanjut Marullah, jika nanti mau bekerja sebagai PPSU, PJLP, dan lainnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan menyalurkan secara bertahap. "Kalau ada lowongan tentu akan saya beri kesempatan, untuk yang di Pasar Manggis jadi pertimbangan sendiri," ujarnya.

Baca juga : HBKB Kampung Sukapura, Ajang Olahraga dan Interaksi Budaya Masyarakat

Jika ada yang ingin lanjut SMA, Marullah mengaku sudah berkomunikasi dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan. "Jika ada yang mau Paket C, misalnya, kalau ada, boleh. Kalau Paket C itu membutuhkan biaya, nanti akan dicarikan solusinya," tutur Marullah.

Untuk permintaan diadakan SIM kolektif, ia akan berkoordinasi dengan Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan, agar bisa diselesaikan segera. "Yang penting jaga kampung ini baik-baik, jangan musuhin orang, dan jangan bermusuhan dengan orang," tambahnya.

Sementara Lurah Pasar Manggis, Hilman mengajak pemuda Pasar Manggis untuk lebih peduli lagi dengan dirinya masing-masing. "Saya melihat tawuran yang terjadi selama ini hanya karena satu hal, yaitu tidak bisa meredam diri terhadap godaan dari luar yang memancing kita untuk tawuran. Tidak ada faedahnya, mungkin terbawa arus terdorong darah muda. Tapi kalau bisa arus darah muda ini dialirkan ke arah yang positif," terangnya.

Baca juga : Ratusan KPPS Pegangsaan Dua Sibuk Ikut Bimtek Simulasi Pemilu 2019

Sebelumnya, pemuda Pasar Manggis, Aditya mengungkapkan keinginannya kepada Walikota Jakarta Selatan untuk menjadi petugas PPSU. "Keinginan saya diberikan pekerjaan seperti PPSU. Kalau PPSU tidak bisa, kalau bisa ada steam, sehingga pemuda Pasar Manggis memiliki kegiatan," ujar pemuda berusia 18 tahun tersebut.

Lain halnya dengan Hendri, yang menginginkan agar Pemkot Jakarta Selatan memfasilitasi pembuatan SIM kolektif. Sehingga pemuda di Pasar Manggis bisa bekerja sebagai ojek online.

Sementara, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan Matsani menambahkan, pertemuan tersebut salah satu langkah Pemkot Jaksel untuk mendengar langsung permasalahan yang dialami para pemuda di Pasar Manggis. Langkah tersebut sebagai upaya menyelesaikan dan meredam terjadinya tawuran di wilayah Pasar Manggis.

Baca juga : KEREN NIH! Sabtu-Minggu, Pelayanan Dukcapil Jakut Tetap Buka

"Banyak hal yang diutarakan oleh para pemuda Pasar Manggis. yaitu ingin bekerja, ingin meneruskan sekolah. Untuk itu semua perlu dilakukan secara terintegrasi, dengan UKPD lainnya," tandas Matsani. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal