LampuHijau.co.id - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjadi salah satu tempat yang tergenang banjir, Minggu pagi (23/2). Banjir menggenangi beberapa ruangan pemeriksaan, di antaranya radioterapi dan radiologi. Juga membuat beberapa alat medis mengalami kerusakan. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo membenarkan info tersebut yang diperolehnya dari BPD DKI Jakarta. Sedangkan Kepala Bagian Humas RSCM menyebutkan tidak terjadi banjir di RSCM, hanya genangan. Karena air surut dengan relatif cepat.
Awalnya sekitar pukul 05.00 WIB, terjadi genangan air setinggi mata kaki (sekitar 8 cm) akibat hujan yang cukup deras di sepanjang selasar Gedung GH RSCM , yang berdampak juga masuknya air tersebut ke beberapa ruangan seperti radiologi dan radioterapi. Pukul 08.00, genangan air telah surut dan lokasi pelayanan seperti radiologi dan radioterapi telah selesai dibersihkan. Sekitar pukul 11.00 WIB, Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengunggah sejumlah foto-foto banjir di RSCM. Dikatakan bahwa banjir tersebut masuk ke ruang radiologi dan merusak beberapa alat.
Baca juga : Pemda Kota Cirebon Bangga Fasilitas FK UGJ Makin Lengkap dan Canggih
"RSCM banjir di bagian Radiologi. Alat yang kebanjiran: Stationary xray ceiling, fluoroscopy, mammography, stationary xray floor, mobile xray, 2 unit CT scan, 1 unit ultra sound 'accuson' terendam, seluruh PACS sistem di ruang baca diduga terendam, 1 unit MRI siemens terendam," tulis Agus Wibowo
Pihak RSCM menyebut pelayanan pasien di RSCM tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa baik itu di ruang gawat darurat (IGD) maupun di ruang rawat inap. Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSCM, Dr Ratna Dwi Restuti mengatakan banjir ini baru pertama kali terjadi di ruang inap dan radiologi sejak RSCM berdiri. “Baru pertama. Waduh, semalam hujan deras ya mungkin ketika hujan deras itu saja,” katanya.
Baca juga : Warga Usulkan Penataan Parkir dan Perbaikan Saluran di Musrenbang Tanah Abang
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto meminta semua peralatan yang sempat kena genanngan, dicek. "Kita cek, sudah dibersihkan semua. Vendor-vendor kita panggil sesuai dengan merek alatnya untuk bisa dipercepat (pengeringan) agar alat-alat tersebut bisa beroperasional segera. Nanti alat-alat setelah dikeringkan langsung dicoba oleh vendor. Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu singkat," kata Terawan.
Pihak Damkar DKI Jakarta menyebut banjir karena volume air yang tinggi. "Setelah kita cek ternyata memang ada daya tampung (air di) taman yang dekat dengan ruangan radiologi yang karena tidak tertampung. Kemudian air melimpah ke ruangan itu (radiologi)," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta Satriadi di RSCM Jakarta, Minggu (23/2/2020).
Satriadi menerangkan banjir diduga terjadi karena saluran pembuangan air di RSCM terlalu kecil. Dia pun menerangkan RSCM memiliki pompa untuk menyedot air. Pompa ini tak mampu bekerja maksimal karena debit air yang datang terlalu besar.(LHTJ)