LampuHijau.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Jamaludin menyoroti keberadaan dewan kesenian Jakarta (DKJ). Politisi muda Partai Golkar ini mengharapkan agar seniman-seniman betawi menjadi motor dalam pengembangan seni budaya betawi di Ibu Kota.
"Yang saya tahu, sangat minim seniman Betawi menjadi pengurus di DKJ. Padahal, seniman-seniman Betawi yang berkualitas sangat banyak. Jadi saya berharap, agar seniman Betawi bisa lebih eksis berkiprah di DKJ. Yang jelas DKJ harus memberi kemaslahatan bagi orang Betawi," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (18/2/2020).
Baca juga : Jamal: Pemprov DKI Harus Prioritaskan Putera Betawi Kawal Program Pembangunan
Menurut Ketua Umum Paguyuban Rawa Bambon (PRB) ini, Republik Indonesia berutang banyak kepada orang Betawi. Sebab, dengan kelapangan hati orang Betawi, Jakarta menjadi Ibu Kota.
"Yang juga penting adalah pelibatan seniman Betawi dalam kegiatan seni budaya tak hanya di Jakarta, melainkan juga di luar negeri. Dengan begitu, seni budaya betawi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," bebernya.
Seperti diketahui, DKJ adalah salah satu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat seniman dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tanggal 7 Juni 1968. Tugas dan fungsi DKJ adalah sebagai mitra kerja Gubernur Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk merumuskan kebijakan, guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Propinsi DKI Jakarta.
Anggota Dewan Kesenian Jakarta diangkat oleh Akademi Jakarta (AJ) dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Pemilihan anggota DKJ dilakukan secara terbuka, melalui tim pemilihan yang terdiri dari beberapa ahli dan pengamat seni yang dibentuk oleh AJ. Nama-nama calon diajukan dari berbagai kalangan masyarakat maupun kelompok seni. Masa kepengurusan DKJ adalah tiga tahun. (DRI)