LampuHijau.co.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjadikan Agriculture War Room (AWR) sebagai pusat data dan kendali pertanian masa depan. Lebih dari itu, kata dia, AWR harus bisa menjawab berbagai tantangan dan persoalan yang ada di lapangan.
"Saya kira keberadaan AWR sangat bagus sekali dalam memahami persoalan pertanian ke depan, terutama untuk menampung berbagai aspirasi petani melalui teknologi yang ada. Aspirasi yang ada kemudian bisa dijadikan bahan diskusi sebelum mengambil kebijakan," ujar Firman di sela-sela Rapat Kerja Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senin (17/2/2020).
Firman mengatakan, pada dasarnya DPR mendukung penyatuan data yang dilakukan Kementerian Pertanian. Tapi, kata dia, penyatuan itu harus dilakukan secara konsisten dengan tidak membuat data fiktif atau data yang digunakan untuk kepentingan tertentu.
"Kalau kita bicara pertanian dan produk pertanian, terutama ekspor dan impor tentu harus menggunakan data yang real dan tidak menggunakan yang amburadul. Tentu kalau arahnya ke sana dan data yang ada itu bisa dipertanggungjawabkan, kami (DPR) akan dukung sepenuhnya," katanya.
Baca juga : DPR Dukung AWR dan Kostratani Kementan
Selain AWR, Firman juga mendukung kampanye Kementan terkait larangan alih fungsi lahan dengan menerapkan pasal pidana Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Alih Fungsi Lahan. Aturan tersebut, kata Firman, sangat tepat dan relevan untuk digunakam sebagai perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
"Bagus sekali. Terus terang saya mendukung kampanye Kementan terkait setop pengalihfungsian lahan. Saya kira yang satu ini perlu kita apresiasi dengan penerapan yang benar-benar terimplementasi," katanya.
Kata Firman, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan atau yang selanjutnya disebut LP2B merupakan aturan yang sangat cocok untuk melindungi lahan pertanian di seluruh Indonesia. "Saya berharap, agar aturan ini diterapkan oleh seluruh kepala daerah di Indonesia," katanya.
Sementara anggota Komisi IV lainnya, Andi Akmal Pasluddin mendukung program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks), sebagai gerakan nasional dalam meningkatkan ekonomi negara. Kata dia, program tersebut merupakan gagasan yang bagus dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak.
Baca juga : Menteri-menteri Diduga Masih Mark Up Perjalanan Dinas
"Saya dukung program Geratieks karena program ini merupakan program strategis untuk peningkatan ekspor nasional," katanya.
Meski demikian, program ini harus diimbangi dengan kebutuhan dalam negeri serta target swasembada yang selama ini dicanangkan. Sebagai pijakan, Geratieks harus mampu mendorong dan melengkapi upaya pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan.
"Gerakan ini adalah gerakan yang sangat bagus, walaupun sebenarnya kita juga fokus pada implementasi dan roadmap swasembada untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Dan yang paling penting kita tidak impor lagi," katanya.
Di samping itu, Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai PKS ini mendukung program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) yang dicanangkan Kementan pada tahun ini. Pendidikan semacam itu, lanjut dia, harus diberikan kepada anak-anak berusia dini agar terbiasa dan mengenali makanan sehari-hari.
Baca juga : Polisi Buru Dalang Penyerangan Berujung Maut di Bekasi
"Bagi saya, program PMS adalah bagian daripada upaya pemerintah agar tidak kehilangan sumber daya manusia. Memang harus kita latih anak-anak kita dan diberikan pendidikan pertanian secara luas," tutupnya. (YUD)