Hingga Bulan Ini, Kemensos Telah Salurkan Bantuan Senilai Rp30 M untuk Korban Bencana

Selasa, 11 Februari 2020, 12:12 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah sampai pertengahan Februari 2020 sudah menyalurkan bantuan berbentuk barang-barang kebutuhan hidup senilai Rp30 miliar, untuk korban bencana alam di berbagai daerah.

Demikian yang diungkapkan Harry Hikmat, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos). "Dari Rp272 miliar total anggaran bantuan, sudah sekitar Rp30 miliar yang tersalurkan dalam bentuk barang," ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, siang hari ini, Senin (10/2/2020) kemarin, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut ka menjelaskan, jumlah yang sudah tersalurkan itu, di luar santunan untuk ahli waris dari 66 korban jiwa. Sampai sekarang, santunan sudah tersalurkan kepada 48 ahli waris, di daerah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Baca juga : PWI Jaya Kembali Sampaikan Donasi untuk Wartawan Korban Banjir

Harry menegaskan, Kemensos melakukan langkah-langkah untuk memastikan dinas sosial melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Karena, fungsi Kemensos sebagai lembaga pusat, mendukung (back up) fungsi pemerintah daerah, terutama lewat dinas sosial untuk perlindungan sosial buat korban bencana alam.

"Jadi, kami berorientasi pada kebutuhan dasar dalam situasi darurat bencana. Bentuk riilnya berupa bantuan-bantuan logistik yang harus segera sampai ke daerah bencana. Sistemnya, ada gudang logistik provinsi, kabupaten/kota," terangnya.

Dirjen Linjamsos menambahkan, yang perlu dioptimalkan adalah memastikan bantuan logistik itu sampai ke titik ketika ada korban bencana termasuk banjir dan tanah longsor yang terjadi di Jabodetabek awal tahun 2020 mau pun awal Februari 2020.

Baca juga : Hiswana Migas dan Pertamina Serahkan Bantuan ke Korban Banjir Rawa Buaya

"Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, dalam setiap kejadian bencana pemerintah harus segera turun memberikan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap warga dan memastikan mereka ditangani dengan sebaik-baiknya. Untuk itu semua jajaran diminta untuk koordinasi dan langsung turun membantu korban bencana," tegasnya.

Pada saat terjadi bencana, tugas Kemensos adalah mengaktivasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Sistem yang dimaksud adalah Klaster Nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di mana Kemensos bertugas dalam Klaster Perlindungan dan Pengungsian serta Klaster Logistik.

"Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya," ungkapnya.

Baca juga : KEREN! Yayasan Safari Kucurkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Bogor

Sementara Kementerian Sosial, mengerahkan seluruh potensi penanggulangan bencana alam yakni pengerahan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Sahabat Tagana, Kendaraan Siaga Bencana (KSB), barang persediaan, alat evakuasi, alat dan sistem komunikasi, dan kerja sama lembaga pemerintah dengan organisasi non pemerintah. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal