10 Ribu Keluarga Prasejahtera Terima Bantuan Pangan dari ACT

Minggu, 9 Februari 2020, 23:14 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Aksi Cepat Tanggap (ACT) kerap kali terjun di setiap bencana maupun krisis kemanusiaan. Namun, perjalanan lembaga kemanusiaan yang sudah berkiprah lebih dari 14 tahun ini juga kerap beraksi dalam kondisi krisis kemanusiaan.

Selain itu, juga membersamai keluarga prasejahtera. Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI) merupakan salah satu program terbaru ACT. Program ini berupa pembagian beras gratis kepada keluarga prasejahtera di Tanah Air. Tujuannya, guna pemenuhan kebutuhan hidup juga ketimpangan pangan. Peluncuran program barunya dimulai pada Jumat (7/2/202) kemarin.

Untuk diketahui, ACT mengintegrasikan semua kegiatan ini. Pasalnya, beras yang dibagikan kepada warga berasal dari Lumbung Beras Wakaf (LBW) lalu didistribusikan menggunakan armada Humanity Rice Truck.

Dan sekadar informasi, program SKPI sendiri telah bergulir sebelumnya dengan menjangkau 42 desa di Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, Blora, dan Malang pada akhir 2019. Puluhan ton beras dari LBW telah diterima 42.000 penerima manfaat. Program SKPI merupakan langkah ACT sebagai respons atas kemiskinan dan kesengsaraan oleh keluarga prasejahtera di Indonesia.

Baca juga : Beras Wakaf ACT Juga Dinikmati Keluarga Prasejahtera di Belawan Lho...

Hal ini seperti diungkapkan Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin bahwa masalah kemanusiaan yang selama ini jadi pekerjaan rumah ACT, tak hanya masalah bencana alam.

"Kami tidak hanya membersamai korban bencana alam, namun juga saudara-saudara kita yang masih dilanda krisis kemanusiaan. Ada berbagai fenomena, di mana banyak saudara kita yang harus jadi pengungsi. Belum lagi saudara-saudara kita di negara-negara konflik, banyak yang masih dijajah. Ini yang kami sebut tragedi kemanusiaan.

Ada lagi bencana lainnya yang perlu selalu kita ingat yaitu kemiskinan. Seperti yang kita tahu, negeri ini tidak hanya darurat bencana alam, tetapi juga darurat kemiskinan. Namun, kita harus melihatnya dengan sikap optimis. Kemiskinan membuka lahan amal untuk kita agar semakin peduli sesama," paparnya seperti dikutip news.act.id, Jumat (7/2/2020).

Sementara kehadiran Lumbung Beras Wakaf, lanjutnya, tidak terlepas dari pengelolaan dana wakaf yang baik, amanah dermawan melalui Global Wakaf-ACT. Sambung Ahyudin, jumlah Lumbung Beras Wakaf akan terus ditambah untuk meluaskan maslahat wakaf, yang mana ia menargetkan membuat 100 LBW yang bisa mempekerjakan 5.000 orang.

Baca juga : Hiswana Migas dan Pertamina Serahkan Bantuan ke Korban Banjir Rawa Buaya

Ia juga beharap, SKPI bisa menjadi solusi bagi persoalan pangan masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Dan kemarin, sebanyak 10 ribu warga Jakarta menerima beras wakaf dan air minum wakaf dari ACT. Ke depan, hal ini bakal disusul provinsi lainnya.

Sambungnya, setiap bulan, pihaknya akan mengirimkan 5 kilogram beras wakaf untuk setiap keluarga prasejahtera yang terdaftar. Ia berharap, ke depannya bisa menjadi 10 kg.

Ditambahkan Direktur Program ACT Sri Eddy Kuncoro, kebutuhan dan ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting hingga dapat mempengaruhi ideologi atau kedaulatan suatu bangsa.

"Ketika pangan tidak dapat tercapai itu menjadi tantangan besar suatu bangsa. Tantangan bangsa ini, adalah untuk terus memenuhi atau bahkan swasembada pangan.

Baca juga : Hiswana Migas DKI dan Pertamina Serahkan Bantuan ke Anak Panti Korban Banjir

Berdasarkan data, jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah sebesar 25,14 juta jiwa. Di sisi lain berdasarkan data pula, fluktuasi kenaikan harga pangan, akan menaikkan 26% angka kemiskinan. Berdasarkan itulah, kami menyediakan program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia," terangnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal