Diduga Libatkan Bupati Tapteng, Charles: Tim Independen Sebaiknya Dibentuk Mabes Polri

Jumat, 31 Januari 2020, 10:20 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Mabes Polri diminta membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus penculikan Ametro Adiputra Pandiangan, yang diduga melibatkan oknum anggota aktif. Alasannya, hingga saat ini kasus yang kini ditangani Polda Sumatera Utara belum menemukan titik terang.

"Peristiwanya sudah berjalan sekitar dua minggu, tetapi tidak ada kejelasan dan perkembangan yang berarti," ujar kuasa hukum korban, Charles A.M. Hutagalung kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Charles secara formal telah mengirim surat kepada Kapolri Idham Azis pada Senin (28/1). "Dalam surat itu, kami meminta agar Mabes Polri membentuk tim independen. Pembentukan Tim independen tersebut sangat diperlukan mengingat menurut pengamatan kami ada pihak-pihak tertentu di tubuh kepolisian yang ingin memperlambat proses perkara ini. Bahkan ada yang ingin mengaburkan, dengan mengeluarkan pendapat bahwa penculikan tidak terbukti dalam perkara ini," kata Charles di Jakarta, Kamis (30/1).

Baca juga : Gegara Haramkan Ganti Presiden, Mardani Dikritik BPN

Lebih lanjut AM Charles Hutagalung menjelaskan  kekhawatirannya sangat beralasan. Mengingat pimpinan dari terduga penculikan adalah Bupati Tapanuli Tengah: Bakhtiar Ahmad Sibarani yang tentunya memiliki kedekatan dengan Polres Tapanuli Tengah.

Bahkan menurut berita yang beredar di media sosial, Bakhtiar Ahmad Sibarani juga memiliki kedekatan dengan petinggi di Mabes Polri, yang dulunya mantan Kapolda Sumatera Utara. Sehingga, dikhawatirkan timbul keengganan bagi jajaran Polda Sumatera Utara melakukan penyidikan atas perkara ini.

Sambil menunjukkan ke wartawan foto nyanyi bareng Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani dengan petinggi Mabes Polri itu, di mana dalam foto tersebut kelihatan petinggi Mabes Polri itu berpakaian batik lengkap, sementara itu Bakhtiar Ahmad Sibarani berpakaian kaus dengan sandal jepit. Sehingga, dalam foto tersebut menurut media sosial seolah-olah petinggi Mabes Polri itu anak buah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Baca juga : Tingkatkan Geliat Kemang, Anies: Kendaraan Umum Melintas Dibatasi

"Penculikan ini  sangat meresahkan masyarakat, sehingga beralasan menurut Hukum Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk membentuk Tim Independen, untuk mengusut Penculikan terhadap Ametro Adeputra Pandiangan (Ponakan Bonaran Situmeang). Polri juga kami minta menangkap pelaku dan aktor intelektual serta membawanya ke pengadilan," papar Charles.

Tujuannya supaya jelas apa motif penculikan itu. "Kami berharap, penegakan hukum juga harus tajam ke atas, tidak hanya ke bawah. Karena itu aktor intelektual kasus ini harus ungkap dan diadili," ujarnya.

Dia menjelaskan, antara pelaku dan korban sebenarnya tidak saling mengenal dan tidak pula mempunyai kaitan bisnis atau hubungan lainnya. Korban hanya seorang penjaga Pom Bensin Mini. Sebaliknya, TS adalah ajudan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bachtiar Ahmad Sibarani. Sementara korban Ametro adalah keponakan mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang.

Baca juga : Berperan Jaga Kamtibmas, Tokoh Masyarakat Kembangan Diganjar Penghargaan oleh Kapolres Jakbar

Menurut Charles, jika melihat latar belakang peristiwa, bisa saja kasus terkait perseteruan antara Bachtiar Ahmad Sibarani dengan Bonaran Situmeang. Ini awalnya dua sahabat karib, namun akhirnya terlibat kasus suap sengketa Pilkada Tapteng kepada hakim MK Akil Mokhtar beberapa tahun yang lalu.

Ketika dugaan kasus penculikan ini dikonfirmasi kepada Bakhtiar Sibarani lewat Whatsapp, yang bersangkutan tidak merespons. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal