LampuHijau.co.id - Dua kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta mulai cari-cari perhatian masyarakat Jakarta. Tidak ada lobi khusus yang dilakukan kepada anggota dewan meski dipilih melalui paripurna dewan. Justru keduanya mulai muncul ke publik di Jkaarta dengan berbagai cara.
Adalah Ahmad Riza Patria cawagub dari Partai Gerindra dan Nurmansyah Lubis cawagub dari PKS. Keduanya hadir pada Minggu pagi di kawasan Sudirman. Bedanya, Nurmansyah Lubis hadir dengan berjualan kopi di kawasan Car free Day (CFD), sementara Ahmad Riza hadir dalam acara Rakerda DPD Partai Gerindra di salah satu hotel di Jalan Sudirman.
Keduanya optimis dapat dukungan dari DPRD DKI Jakarta. Misalnya saja Nurmansyah Lubis. Dia mengaku tidak ada lobi khusus yang dilakukan untuk memenangi kontestan pemilihan cawagub. Sebab, dirinya sudah banyak mengenal anggota dewan kebon sirih lantaran sudah tiga periode menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.
"Saya kenal dekat dengan 40 anggota DPRD lama. Sisa suara selain dari fraksi PKS hanya 38 suara. Insya Allah terpilih, saya optimistis, kami PKS di DKI sudah punya 16 suara tinggal sekitar 38 suara lagi," kata Nurmansjah di kawasan CFD, Minggu (26/1).
Baca juga : Mangkir Terus dari Panggilan KPK, RY Harus Cepat Ditangkap
Nurmansjah menjelaskan, selain kebiasaan rutin berjualan kopi, dirinya beralasan bahwa aktifitas jualan kopi di Kawasan CFD sebagai bentuk perkenalan diri kepada masyarakat. Sebab bagaimanapun juga, maju sebagai Cawagub Langsung dirinya perlu restu dari masyarakat.
Selain itu, kata Nurmansyah, dirinya memiliki visi sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satunya adalah terkait mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
"Saat ini visi dan misi Pak Anies kan sudah tertuang dalam RPJMD dan Kegiatan Strategis Daerah. Kita akan fokus itu, termasuk pengembangan wirausaha terpadu, serta memajukan UMKM di Jakarta," ungkapnya.
Cawagub Partai Gerindra Ahmad Riza Patria juga mengaku tidak perlu ada lobi khusus terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta. Dia sepenuhnya menyerahkan kepada Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta.
Baca juga : Alhamdulillah, Humanity Water Tank-ACT Masih Setia Dampingi Warga Gaza
"Tidak ada lobi-lobi khusus ya. Tidak ada lobi-lobi khusus, diskusi kita bisa dilakukan melalui media. Sekarang ini zamannya digital. Jadi tidak ada lobi-lobi khusus saya kepada anggota DPRD. Kita serahkan sepenuhnya kepada anggota DPRD yang kita hormati ya," pungkasnya.
Ketua DPP Gerindra itu membantah, hadirnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD DKI Jakarta
memperkuat dirinya sebagai Cawagub DKI. Menurutnya, kehadiran Anies tak lain karena dia adalah pimpinan DKI Jakarta.
"Anies kan memang mengayomi semua partai yang ada, datang setiap undangan-undangan partai politik, undangan Ormas, undangan UKP mahasiswa maupun warga Pak Anies sebagai gubernur yang sejuk, yang bijaksana, memahami dan mengerti akan undangan itu pasti hadir," ungkapnya.
Sementara itu, Sandiaga Uno yang hadir dalam Rakerda itu sangat senang dengan adanya dua cawagub yang sudah diumumkan oleh Gubernur Anies. Dia menilai dua sosok memiliki latar belakang yang kuat di bagian keuangan dan diyakini bisa mendampingi Gubernur Anies dengan menyelesaikan ugas sesuai apa yang dicanangkan sejak awal.
Baca juga : HUT Ke-49, Manajer Bhayangkara FC U 20 Dapat Surprise dari Sang Istri
"Sekarang Alhamdulillah lega banget, Setelah nunggu prosss lama, 18 bulan hampir, akhirnya ada titik terang. Mari kita wujudkan segera, karena ini prosesnya sudah terlalu lama sudah ditunggu warga DKI, dan tugas di ibu kota ini segera bisa dilakukan oleh Wagub terpilih," jelasnya.
Pria yang meninggalkan kursi Wakil Gubernur pada 2017 lalu itu menikai bahwa kedua kandidat sama-sama menguasai bidang ekonomi dan sangat mengenali Jakarta. Riza, kata dia pernah menjadi Cawagub damnaktif dalam Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
"Pak Nurmansyah jelas track recordnya di keuangan. Sekali lagi dua duanya adalah kader terbaik dan ini memecah kebuntuan kemarin, saya terimakasih kepada para pimpinan partai prosesnya telah berjalan lagi. Kita harapkan awal februari segera diparipurnakan dan yang terpilih bisa langsung kerja," pungkasnya. (ULI)