Operasi Patuh Jaya 2026: Polantas Tangerang Kota Jalankan Pendekatan Humanis

Anggota Polantas Polres Metro Tangerang Kota Menyeberangi Wanita Pejalan Kaki. (Ist)
Rabu, 28 Oktober 2026, 21:22 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Personel Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota memilih mengedepankan pendekatan humanis dalam menggelar Operasi Patuh Jaya periode 26 hingga 28 Oktober 2026. Tak berfokus pada sanksi, jajaran kepolisian justru turun langsung merangkul pelajar, pengemudi ojek online (ojol), hingga masyarakat umum untuk menekan angka kecelakaan di jalan Raya.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam operasi ini tetap berjalan secara terukur, namun pencegahan melalui edukasi menjadi prioritas utama demi menyelamatkan nyawa warga.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis namun tegas melalui berbagai lini. Mulai dari edukasi langsung kepada pelajar dan komunitas, penjagaan di titik-titik rawan, hingga penindakan pelanggaran secara elektronik menggunakan E-TLE," ujar AKBP Nopta, Rabu (28/10/2026).

Baca juga : Ikut Perangi Narkoba, Kejari Kota Tangerang Tuntut Mati Dua Kaki Tangan Bandar Sabu 26 Kg!

Pendekatan humanis tersebut terlihat dari masifnya kegiatan preemtif selama tiga hari pelaksanaan operasi.

Tercatat ada 12 kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang menyasar pelajar dan orang tua, serta dialog keselamatan khusus bersama pengemudi ojol, kurir, dan komunitas roda dua. Sebanyak 399 eksemplar bahan imbauan berupa leaflet dan stiker juga dibagikan langsung kepada masyarakat di jalan.

Tidak hanya memberikan imbauan, kepolisian juga hadir di tengah aktivitas warga melalui ratusan kegiatan pengaturan dan penjagaan di titik rawan (black spot dan trouble spot). Bahkan, Satlantas turut menggandeng instansi terkait untuk melakukan skrining kesehatan bagi pengemudi angkutan umum serta pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) demi kenyamanan bersama.

Baca juga : Polda Metro Jaya Gelar Apel Unjuk Rasa, TNI-Polri Utamakan Pelayanan Humanis

Meski mengutamakan edukasi, efek jera bagi pelanggar tetap ditegakkan secara modern dan transparan tanpa tilang manual di jalan. Tercatat sebanyak 36 tindakan penilangan telah dilakukan menggunakan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Melalui langkah humanis ini, AKBP Nopta berharap kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh dari dalam diri masyarakat sendiri, bukan karena takut pada sanksi polisi.

"Keselamatan adalah yang utama. Mari jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama di jalan raya," pungkasnya. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal