Ribut Soal Revitalisasi Monas, Ini Penjelasan Sekda DKI

Jumat, 24 Januari 2020, 21:12 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi Kawasan Medan Merdeka, khususnya sisi selatan. Revitalisasi ini merujuk pada Keputusan Presiden No. 25 Tahun 1995.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah, dalam konferensi pers di Balairung, Balai Kota Jakarta, Jumat (24/1/2020). Dalam kesempatan ini, Saefullah menjelaskan mengenai Keppres Nomor 25 Tahun 1995, yang mana dalam Pasal 6, Gubernur disebutkan sebagai Ketua Badan Pelaksana.

Pada Pasal 7 poin A Keppres Nomor 25 Tahun 1995, Badan Pelaksana mempunyai tugas di antaranya:

- Rencana pemanfaatan ruang

Baca juga : Dirancang Para Ahli, Dinas Citata Klaim Revitalisasi Monas tak Rusak Estetika

-Sistem transportasi

-Pertamanan

-Arsitektur dan estetika bangunan

-Pelestarian bangunan bersejarah

Baca juga : Soal IMB Pulau Reklamasi, Anies Beralasan Gegara Pergub Ahok

-Fasilitas penunjang

"Dalam melaksanakan tugasnya, Gubernur bertanggung jawab kepada presiden melalui komisi pengarah. Nah, pekerjaan ini yang namanya pelaporan itu, bisa formal, bisa informal, bisa di mana saja. kebetulan pekerjaan Monas ini kemarin kita awali dari sayembara. Sudah ada keterlibatan,” terang Saefullah.

Saefullah menyampaikan, proyek revitalisasi adalah proyek panjang yang masih akan berlangsung beberapa tahun ke depan. Untuk pengerjaan, ia menyebut, sisi selatan yang baru dikerjakan adalah Plaza. Dalam pengerjaan proyek di sisi selatan ini, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penanganan khusus dalam pemindahan pohon.

“Pohon-pohon yang terimbas proyek revitalisasi yang kondisinya masih sehat, ditanam di kawasan lain. Di sisi barat, ada 55 pohon dan di sisi timur ada 30 pohon.

Baca juga : Bobol Gerai Ponsel Berdua, Buruh Ini Dipenjara Sendirian

Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan menggunakan alat USG pohon terhadap pohon-pohon itu. Pemprov DKI mengelola, bagaimana kita ini menyayangi pohon, karena dia makhluk hidup juga yang harus kita sayangi, kita pelihara. Nanti bagaimana teman-teman merasakan, bagaimana empati kita terhadap pohon. Tunggu waktunya. Nanti di sisi selatan,” ungkap Saefullah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa, Blessmiyanda turut menjelaskan bahwa pelaksanaan lelang penyedia telah menggunakan sistem LPSE yang terkoneksi secara online dengan LKPP.

“Sebelum menentukan pemenang lelang, BPPBJ sudah mengecek ke daftar blacklist yang ada di sistem lelang elektronik LPSE. Kami juga mengecek bahwa pemenang lelang pernah menjalankan proyek di Sumatra Barat, secara kualifikasi memang baik,” ujar Blessmiyanda.

Ia menambahkan, pelaksanaan lelang dengan merujuk pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pedoman Teknis lelang merujuk pada Peraturan Lembaga Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Barang/Jasa Melalui Penyedia yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah (LKPP). (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal