LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta diharapkan memprioritaskan putera Betawi, dalam membantu program-program pembangunan yang diusung Gubernur DKI Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi A (bidang pemerintahan DPRD DKI Jakarta), Jamaludin. Menurut politisi muda Golkar tersebut, dari pengamatannya selama ini, di badan atau lembaga binaan Pemprov DKI Jakarta ternyata banyak yang tidak mengakomodir putera daerah.
"Bagaimanapun penduduk inti kota Jakarta adalah warga Betawi. Sudah sepatutnya warga Betawi juga diberi peran dalam membantu program-program Pemprov DKI," ujarnya, saat berbincang dengan Lamjo Jak, Rabu (22/1/2020).
Baca juga : Yang Gugat Pemprov DKI Soal Banjir Punya Motif Politik
Politisi Betawi asal Rawa Bambon, Ciracas Jakarta Timur ini mengakui, dalam komposisi pejabat eselon 2, 3, maupun 4 di lingkungan Pemprov DKI sudah mengakomodir pejabat-pejabat asli Betawi dalam membantu roda pemerintahan. Namun, yang ia soroti adalah komposisi kader-kader terbaik Betawi disejumlah lembaga atau komisi dibawah naungan Pemprov DKI.
Mengingat biaya operasional organisasi atau lembaga-lembaga tersebut bersumber dari APBD DKI.
"Misalnya di sejumlah lembaga dibawah kesbangpol DKI seperti forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) saya tidak menemukan putera betawi di dalamnya. Begitu juga di komisi informasi publik (KIP) DKI," beber politisi yang rutin ngantor pakai baju pangsi Betawi ini.
Baca juga : Jaga Pelestarian, Hashim Djojohadikusumo Resmikan Pusat Suaka Orangutan di Kalimantan
Jamal juga meminta kepada panitia seleksi (pansel), agar menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan secara transparan dan obyektif. "Jadi baik dari provinsi maupun kotamadya, dalam kesempatan ini saya mengharapkan kepada panitia seleksi agar melakukan seleksi tersebut secara transparan dan objektif," tegasnya.
Jamal juga meminta, agar dalam perekrutan tidak diwarnai masalah-masalah yang berbau KKN. Sehingga penjaringan dapat benar-benar dilakukan baik, secara obyektif dan selektif.
"Saya akan memberi perhatian yang lebih besar kepada warga asli betawi atau putra daerah. Karena masyarakat Betawi sangat memerlukan pengembangan diri, dalam rangka menjadi kader-kader pembangunan bangsa, untuk membangun di tanah lahir orang Betawi," tegas Jamal. (DRI)