LampuHijau.co.id - Revitalisasi kawasan Monas, Jakarta Pusat dipastikan tidak akan merubah estetika cagar budaya. Konsep revitalisasi diawasi oleh para pakar ahli.
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan, sedari awal pihaknya telah memastikan bahwa revitalitalisasi kawasan Monas tidak akan mempengaruhi estetika cagar budaya. Untuk itu, para juri lomba desain berasal dari para ahli terkait pembangunan cagar budaya yang dilibatkan dalam perencanaan.
"Revitalisasi kita justru mempercantik kawasan Monas sebagai cagar budaya," kata Heru Hermawanto saat dihubungi pada Selasa (21/1/2020).
Baca juga : Taman Dipercantik Penghijauan Kota, Anies Revitalisasi Taman Puring
Heru menjelaskan, dalam pengerjaan revitalisasi, pihaknya menamakan berbagai sisi pengerjaan. Mulai dari plaza sisi barat, timur, utara, dan selatan. Termasuk di dalam kawasan Monas yang menjadi kawasan Plaza Nusantara.
Menurutnya, penamaan tersebut untuk memudahkan pengawasan agar tidak menyalahi estetika cagar budaya.
Terkait kontraktor pelaksana yang ramai dibicarakan karena memiliki kantor di kawasan Ciracas Jakarta Timur dan menempel dengan kantor advertising, Heru tidak mempermasalahkan. Terpenting adalah pelaksanaan dapat berjalan sesuai desain.
Baca juga : Fasilitasi Warga, Dinas Dukcapil Gelar Sosialisasi GISA di Jakpus
"Kalau yang memeriksa kontraktor bukan kita, itu di BPBJ. Kalau kontrak abal-abal coba aja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. Pernah di pakai di Padang, maka kita lihat gimana," pungkasnya.
Hari mengakui, pelaksanaan revitalisasi mundur dari waktu yang ditargetkan selama 50 hari terhitung dari November 2019 lalu. Namun, anggaran yang digunakan sebesar Rp71 miliar itu tetap menggunakan anggaran tahun 2019.
"Kontraknya itu 12 November, 50 hari selesai berarti akhir Desember harusnya. Desember nggak kelar berarti ada perpanjangan waktu 50 hari. Berarti nanti, perkiraan di akhir Februari," jelasnya.
Baca juga : Terawangannya Tak Disukai Cinta Penelope, Mbak You Minta Maaf
Anggota komisi A DPRD DKI Jakarta, Purwanto, melihat desain revitalisasi kawasan Monas tidak merubah estetika cagar budaya. Dia pun tidak mempermasalahkan masalah kontraktor yang kantornya berada di kawasan Ciracas.
Politisi Partai Gerindra itu justru mempermasalahkan waktu pelaksanaan yang harusnya menggunakan anggaran single years 2019, malah menjadi multiyears. "Kalau masalah pohon itu memang baiknya dipindahkan ke sisi barat dan timur. Karena sisi selatan sudah banyak betonisasi yang akhirnya pohon tidak maksimal. Saya menyayangkan waktu pelaksanaan mundur," pungkasnya. (ULI)