LampuHijau.co.id - Hujan deras yang melanda kawasan DKI Jakarta, selain ancaman banjir yang membuat warga khawatir juga potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Peristiwa pohon tumbang di Jakarta sempat merenggut korban jiwa, di Taman Marga Satwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019). Pohon menimpa empat orang, satu di antaranya tewas usai menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara tiga lainnya mengalami cedera.
Direktur Aliansi Pemerhati Eksekutif dan Legislatif (APEL) Edi Gusyani mengungkapkan, peristiwa pohon tumbang di Ibu Kota sudah sering terjadi. Harusnya, kata dia, Dinas Kehutanan DKI Jakarta sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari sehingga tidak memakan korban jiwa.
“Ini sering kali menunggu jatuh korban, harusnya ibu Suzi Marsitawati sebagai Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman lebih peka dan menyiapkan langkah antisipasi agar tidak memakan korban jiwa," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Jumat (5/4/2019).
Baca juga : Kasus Pohon Tumbang di TM Ragunan Belum Ada Tersangka
Tokoh muda Betawi ini mengungkapkan, seharusnya Kepala Dinas Kehutanan mempunyai agenda pekerjaan terutama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga. "Terkait kejadian pohon tumbang yang menyebabkan korban jiwa kinerja kepala dinas kehutanan perlu dievaluasi secara komprehensif. Jangan kalau sudah terjadi baru keliatan sibuk," bebernya.
Menurut Edi, perlu jiwa seorang laedership untuk SKPD-SKPD khususnya kepala dinas. Karena, imbuhnya, seorang pimpinan jangan cuma duduk manis di belakang meja tapi harus rajin ke lapangan meninjau apa perlu diperbaiki atau ditertibkan dan di awasi agar tidak terjadi resiko. “Ini berlaku semua dinas-dinas yang bersetuhan dengan keselamatan warga. Jangan menunggu jatuhnya korban baru sibuk kerja," ujarnya panjang lebar.
Sementara, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati langsung bergerak cepat. Setidaknya ada 150 pohon rawan tumbang. “Ada 150 pohon (rawan tumbang, red). Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan (itu rawan). Jakarta Pusat di Lapangan Banteng dan Menteng,” ujar Suzi Marsitawati kepada wartawan kemarin.
Baca juga : Old City Ditutup Permanen, Jubir Diskotek: Lagi Urus Izin Baru
Kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan menjadi yang paling rawan adanya pohon tumbang. Kini, pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk peremajaan pohon. Pohon besar yang keropos akan dipotong agar tidak tumbang dan menimpa orang yang berada di bawahnya.
"Langkah awal kita sudah lakukan misalnya terhadap benalu. Kalau bisa dilihat benalu -benalu di Medan Merdeka Selatan sudah mulai hilang," jelas Suzi saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (4/4).
Jauh ke depan, ia ingin melakukan standarisasi pohon. Ketinggian maksimal pohon akan diatur sehingga tidak membahayakan. "Kita lagi susun SOP-nya bahwa dalam kota itu ketinggian tanaman harus diatur. Jadi harus ditoping dengan ketinggian misalnya 20 meter," tandasnya.
Baca juga : BMKG: Seminggu Ke Depan Masih Hujan Lebat, Pas Kemarau Rawan Kebakaran Hutan
"Ya nanti kita mengevaluasi dari kejadian ini. Kita perlu adanya zonasi tanaman yang ada konservasi khusus tanaman yang tinggi-tinggi, kita kan harus punya balance antara lingkungan hidup kenyaman dan kepada ekologi," tutupnya. (AZS/RBN)