LampuHijau.co.id - Salah satu cara yang dilakukan pemerintah Hanoi, Vietnam dalam mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) antara lain dengan melakukan kawasan bebas kendaraan di kawasan danau di pusat kota Hanoi. Dan waktunya tidak tanggung-tanggung waktunya berlangsung tiga hari penuh, mulai dari hari Jumat hingga Minggu.
Dampaknya, kawasan danau dipenuhi warga dari manca negara dan warga lokal. Pedagang pun UMKM laris manis. "Saya kira, konsep ini perlu dicontoh pemerintah Indonesia khususnya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan UMKM. Nanti soal kawasan mana yang dipilih, itu terserah Pemprov DKI saja," kata Dubes Indonesia untuk Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, Minggu (26/7).
Menurut Adam, selain meningkatkan pendapatan UMKM, langkah yang dibuat pemerintah Hanoi ini juga sangat bagus untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Para wisatawan memenuhi danau dan taman selama tiga hari penuh.
Adam menambahkan, sejarah persahabatan Presiden pertama Indonesia, Soekarno dengan Presiden Vietnam Ho Chi Minh menjadi fondasi kuat hubungan Indonesia-Vietnam. Semangat tersebut kini terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan bilateral, pengembangan pasar UMKM serta mendorong investasi.
Menurut Adam, kedekatan historis kedua negara merupakan modal besar untuk membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Karena itu, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama guna membuka peluang pasar baru bagi produk Indonesia.
Baca juga : Tingkatkan Wisata ke Ancol saat Libur Lebaran Pemprov DKI Gelar Program Mudik ke Jakarta
Tak hanya memperkuat UMKM dan perdagangan, mantan Duta Besar RI untuk Pakistan periode 2020–2023 itu juga menjajaki kerja sama di sektor teknologi mulai dari industri drone hingga pengembangan baterai sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Prabowonomics yang menempatkan diplomasi ekonomi sebagai motor penggerak pertumbuhan nasional. "Presiden Prabowo memberikan arahan kepada seluruh duta besar agar menjadikan diplomasi ekonomi sebagai prioritas utama. Karena itu, kami terus mencari peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Vietnam, khususnya di sektor UMKM, industri, perdagangan dan investasi," ujar Adam, yang baru tujuh bulan bertugas di Vietnam.
Adam menjelaskan, Indonesia memiliki keunggulan sebagai pemasok bahan baku seperti rotan dan furnitur. Sementara Vietnam unggul di sektor manufaktur serta memiliki jaringan Free Trade Agreement (FTA) yang luas. "Indonesia memiliki potensi besar, seperti rotan dan furnitur. Bahan bakunya melimpah, sementara Vietnam memiliki kemampuan manufaktur dan jaringan FTA yang kuat. Ini peluang yang harus dimanfaatkan bersama," katanya.
Menurutnya, bahan baku dari Indonesia dapat diolah di Vietnam sebelum dipasarkan ke berbagai negara sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara. Untuk meningkatkan daya saing UMKM, Adam juga mendorong bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ikut berperan sebagai kurator produk UMKM sebelum memasuki pasar ekspor.
"Produk yang diekspor harus benar-benar berkualitas sehingga tidak hanya berhasil pada pengiriman pertama, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan pasar internasional dalam jangka panjang," ujarnya.
Baca juga : Edarkan OKT di Gegesik, Dua Pemuda Dibekuk Polresta Cirebon
Selain memperkuat perdagangan, Indonesia juga mendorong pertukaran tenaga ahli, transfer pengetahuan, serta kolaborasi antarpelaku usaha. Kerja sama sister city Jakarta-Hanoi dinilai menjadi peluang strategis untuk mempererat kemitraan ekonomi kedua negara.
Kerjasama Teknologi Adam mengungkapkan Indonesia dan Vietnam juga menjajaki kerja sama pengembangan industri drone. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk pemetaan lahan, pengumpulan data, hingga mendukung berbagai aktivitas ekonomi.
"Kami sedang memfasilitasi kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Vietnam untuk memproduksi drone bersama," ujarnya.
Indonesia juga mendorong masuknya investasi Vietnam di industri baterai drone sebagai bagian dari program hilirisasi nasional. "Mudah-mudahan tahun ini sudah ada perkembangan yang signifikan. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi baterai drone bisa masuk ke Indonesia," katanya.
Mantan Penasihat Menteri Luar Negeri Bidang Polkam itu optimis hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Vietnam akan terus meningkat. Ia menegaskan, kedekatan historis Soekarno dan Ho Chi Minh menjadi modal penting untuk membawa hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi.
Baca juga : Edarkan OKT di Wilayah Sumber, Pemuda Kuningan Dibekuk Polresta Cirebon
"Kami optimistis hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Vietnam akan terus tumbuh. Kami juga akan terus memperkuat promosi Indonesia agar semakin dikenal masyarakat Vietnam," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Adam Mulawarman Tugio sebagai Duta Besar RI untuk Vietnam menggantikan Denny Abdi yang dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri. Adam diharapkan mampu memperkuat hubungan strategis perdagangan Indonesia dan Vietnam. (ULI)