LampuHijau.co.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir saat ini adalah bentuk kelalaian dan ketidaksiapan program penanganan banjir. Dan penanganan itu tidak dilakukan selama dua tahun ini.
Seharusnya, kata Gilbert, selain memberikan bantuan, keamanan dan keselamatan, Gubernur Anies mampu memberikan penjelasan kepada warga bagaimana penanganan banjir jangka panjang.
"Ini ada kesalahpahaman dalam menangani banjir. Jangan membangun narasi soal penyelamatan. Tunjukkan program keberpihakan kepada warga dalam menangani banjir," kata Gilbert yang juga anggota Komisi B DPRD DKI ini, Senin (6/1/2020).
Hal senada dikatakan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Ia menilai bahwa Gubernur Anies dalam menangani korban banjir saat ini adalah simbolis seremonial pencitraan. Menurutnya, hal ini adalah bentuk untuk menutupi ketidak jelasan program penanganan banjir selama dua tahun belakangan ini.
Baca juga : BAZNAS Bantu Korban Banjir Konawe dan Konawe Utara
"Ini dilakukan untuk menutupi kelalalain dalam penanganan banjir. Mana janji naturalisasi akhir 2019 bisa dirasakan masyarakat?" ungkapnya.
Rio menuturkan, meneladani itu bagus untuk mempercepat akselerasi kerja di bawah. Namun, apabila dilakukan ketika ada bencana saja, konteks meneladani bisa berubah menjadi simbolis seremonial.
"Kerja bakti itu bukan dilakukan saat ini saja. Lakukan konsisten untuk menggerakkan warganya," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta belum mau memaparkan kebijakan jangka panjang pengendalian banjir pasca mengalami banjir besar pada awal tahun ini. Pengamanan, penyelamatan, bantuan kepada warga menjadi prioritas dalam waktu dekat penanganan banjir.
Baca juga : Jadi Anggota Dewan, Dokter Muda Gerindra Ini Janji Benahi Pelayanan Kesehatan Warga DKI
Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam beberapa kali kesempatan. Bahkan dia menunjukkan aksinya untuk kerja bakti membersihkan seluruh wilayah yang terdampak banjir pada Minggu (5/1) kemarin, sebagai bentuk penanganan dalam waktu dekat.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengatakan sikap Anies dalam menghadapi banjir besar awal tahun ini patut diapresiasi. Apalagi dia telah menggerakkan puluhan ribu pejabat serta lapisan masyarakat, untuk turun bergotong royong membersihkan wilayah terdampak pasca banjir.
"Ini merupakan sikap pemimpin yang bertanggung jawab. Ini contoh untuk membangun kebersamaan dalam mengatasi bencana," kata Trubus Rahardiansyah.
Trubus menjelaskan, yang bisa dilakukan dalam waktu dekat ini memang memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Sehingga, masyarakat terdampak banjir tidak merasa menjadi korban. Namun, kata dia, Pemprov DKI Jakarta harus bisa menjelaskan konsep penataan jangka panjang, agar masyarakat terdampak bisa merasa lega setiap kali ada musim hujan.
Baca juga : Jelang Puasa dan Lebaran, Gembong: BUMD Pangan Harus Mampu Kendalikan Harga
Menurut Trubus, momen saat ini menjadi kesempatan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menjelaskan kepada masyarakat, khususnya di daerah aliran sungai betapa pentingnya normalisasi dan naturalisasi.
"Jangka panjang normalisasi dan naturalisasi harus dilakukan. Keduanya butuh pembebasan lahan. Nah, dengan sikap Gubernur Anies saat ini yang membangun kebersamaan merupakan kesempatan baik untuk memberi pengertian kepada masyarakat untuk program tersebut," jelasnya. (ULI)