Usia 9 Tahun, Putri Alya Sidik Luncurkan Tiga Buku Berbahasa Inggris

Putri Alya Sidik resmi memperkenalkan tiga buku berbahasa Inggris berjudul My School is My Second Home, I Love Healthy Food, dan Learning Piano Makes Me Happy dalam acara peluncuran yang digelar di Hotel Gran Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (9/6).
Selasa, 9 Juni 2026, 21:23 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dunia literasi anak Indonesia kembali mendapat angin segar. Di tengah derasnya arus budaya digital dan media sosial, seorang penulis cilik berusia sembilan tahun berhasil mencuri perhatian dengan meluncurkan tiga buku perdananya sekaligus.

Putri Alya Sidik resmi memperkenalkan tiga buku berbahasa Inggris berjudul My School is My Second Home, I Love Healthy Food, dan Learning Piano Makes Me Happy dalam acara peluncuran yang digelar di Hotel Gran Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (9/6).

Melalui ketiga bukunya, Alya membagikan pengalaman dan kebiasaan positif yang dijalaninya sehari-hari. Mulai dari semangat belajar di sekolah, pentingnya mengonsumsi makanan sehat, hingga manfaat memiliki aktivitas kreatif di luar jam pelajaran.

Baca juga : Bupati Tangerang Luncurkan Beasiswa Buat Warga Miskin Jadi Penerbang

"Aku ingin teman-temanku bersemangat dan gembira di sekolah, lebih suka makanan sehat, dan juga melakukan kegiatan yang menyenangkan di luar sekolah. Karena aku dan teman-temanku harus menjadi anak Indonesia yang sehat, pintar, dan berprestasi," ujar Alya.

Kemunculan Alya sebagai penulis cilik dinilai menjadi fenomena positif di tengah dominasi gawai dan media sosial yang kini akrab dengan kehidupan anak-anak. Kreativitasnya mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid. Dalam kata pengantarnya, Meutya menilai keberanian Alya menerbitkan buku pada usia sembilan tahun merupakan prestasi yang patut dirayakan.

"Tumbuhnya keberanian Alya untuk menerbitkan buku di usia 9 tahun menjadi hal yang patut diapresiasi dan dirayakan. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreativitas, imajinasi, dan keberanian untuk berkarya sejak dini," tulis Meutya.

Baca juga : Hari Pahlawan, PT Dahana Serahkan Bantuan untuk Veteran

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, budaya membaca dan menulis tetap memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, kreativitas, serta wawasan anak-anak.

Tak berhenti pada tiga buku perdana, Alya telah menyiapkan rencana jangka panjang melalui serial bertajuk Diary of Alya. Ia menargetkan dapat menerbitkan sedikitnya tiga buku baru setiap tahun yang mengangkat cerita dan pengalaman kesehariannya.

Seluruh buku Alya disusun dalam format berbahasa Inggris, penuh ilustrasi berwarna, dan dirancang ringkas agar mudah dibaca anak-anak.

Baca juga : Ultah ke-33, Sea World Ancol Hadirkan Biota Baru Ikan Hiu Berjalan

"Aku ingin buku ini mudah dibaca dan dibawa oleh teman-temanku, menyenangkan karena banyak gambar dan berwarna, menambah kemampuan bahasa Inggris, serta memberi inspirasi untuk hidup sehat, semangat, dan berprestasi," tuturnya.

Kehadiran Alya menjadi bukti bahwa semangat literasi di kalangan anak-anak Indonesia masih terus tumbuh. Di usia yang sangat muda, ia tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga telah berani mengambil peran sebagai penulis yang menginspirasi teman-teman sebayanya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal