LampuHijau.co.id - Dalam penanganan korban banjir, kinerja Dinas Sosial DKI Jakarta dituding lelet. Artinya, terkesan tidak mampu mengikuti kerja cepat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan dalam penyaluran bantuan, terlihat canggung dan birokratis berlebihan.
"Faktanya di lapangan, di pinggir Kali Kwitang saja tak ada posko atau dapur umum dari Dinas Sosial DKI. Padahal, di kawasan itu banyak warga yang terdampak banjir," kata Ridwan, Koordinator Posko Rumah Aspirasi Dian Pratama (RADP) kepada lampuhijau.co.id, Sabtu (4/1/2020).
Anehnya lagi, ungkap Ridwan, di saat warga teriak lapar saat ditinjau langsung Gubernur Anies, pihak Dinas Sosial DKI ini justru tidak cepat tanggap. Harusnya, sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibawah gubernur langsung, harus melayani teriakan warga tersebut.
Baca juga : Bhayangkari dan Dharma Pertiwi Serahkan Bantuan ke Korban Banjir Jakarta Timur
"Justru kenyataannya terbalik, di Kwitang ada 4 RW yang terdampak banjir, selama dua hari hanya dikasih 55 boks nasi. Itu jelas sangat kurang. Dan setiap saya hubungi via telepon, pihak Dinas Sosial tidak mau mengangkat. Dan terkesan selalu menghindar dan menganggap kita tukang minta-minta," papar Ridwan.
Melihat kenyataan ini, pinta Ridwan, sebaiknya Gubernur Anies mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah. Begitu juga jajarannya di tingkat wilayah Jakarta Pusat dan Kecamatan Senen, harus dievaluasi. Termasuk Lurah Kwitang.
Untuk mengatasi teriakan warga yang kelaparan itu, lanjut Ridwan, akhirnya secara spontan dokter Dian Pratama, anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra, langsung memberikan makanan sebanyak 150 hingga 200 orang per hari.
Baca juga : KADIN Jakpus Peduli, Bergerak Bantu Korban Banjir Dan PPSU
"Pusing meminta nasi boks untuk korban banjir agar kami salurkan. Akhirnya dokter Dian yang langsung memberi bantuan untuk korban banjir tersebut. Hingga saat ini, para korban banjir bisa kami tangani dengan baik lewat Posko RADP," imbuh Ridwan.
Seperti diketahui, Dokter Dian Pratama adalah anggota DPRD DKI Dapil 1 Jakarta Pusat. Dan kini duduk sebagai anggota Komisi E (bidang Kesra) DPRD sesuai dengan keahliannya. Di Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, Dokter Dian menjabat sebagai Bendahara.
"Apa yang saya lakukan ini murni untuk menaikkan nama Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI yang diketuai Rani Maulani. Juga untuk membesarkan nama Partai Gerindra DKI yang diketuai M. Taufik, serta DPP Partai Gerindra yang dipimpin Pak Prabowo Subianto," ujar Dokter Dian. (ULI)