LampuHijau.co.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI mengakui, uang pembinaan atlet Pelatda menjelang berlangsungnya PON XX/2020 di Papua belum maksimal bila dibandingkan daerah lainnya.
Menanggapi hal itu Ketua Umum KONI DKI, Djamhuron P. Wibowo mengatakan, pihaknya tidak memaksa Pemprov DKI untuk memenuhi besaran anggaran yang diminta. "Kita harus bagaimana lagi, sebesar itu yang diberi mau tidak mau harus diterima. Dan kami optimis bisa raih juara umum," ujar Djamhuron, dalam keterangan persnya refleksi akhir tahun KONI, di Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).
Dikatakan, anggaran minim Itu bukan kendala, itu adalah cambuk. Ditambah pembinaan atlet baru ditangani sejak Januari 2019 lalu, karena sebelumnya ditangani Disorda DKI. Sepuluh bulan kedepan akan dilakukan program latihan. Untuk menjadi juara umum, KONI melakukan azas prioritas kepada atlet yang berprestasi.
Baca juga : Sinergisme dan Kerja Keras, Novita Dewi Optimis Mampu Pimpin PT Jaktour
"Dalam menghadapi PON Papua mendatang, Pemprov DKI Jakarta hanya menyalurkan anggaran kepada KONI sebesar Rp271 miliar dari yang diajukan Rp840 miliar. Namun kami akan tetap berusaha mencari tambahan dana Rp100 miliar lagi," paparnya didampingi Wakil Ketua Didi O. Affandi dan pimpinan lainnya.
Meski menghadapi banyak kendala, Djamhuron tetap optimistis, kontingen DKI akan mengembalikan posisi sebagai juara umum yang sempat digeser tim tuan rumah Jawa Barat serta Jawa Timur pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. Delapan tahun lalu, KONI DKI raih juara umum di PON Riau.
"Berbagai cara kita lakukan. Salah satunya dengan janji perbaikan kesejahteraan. Kami yakin para atlet binaan DKI akan berusaha keras untuk memenuhi slogan 'Ayo Bung Rebut Kembali,' dengan membawa DKI kembali menjadi juara umum PON," pungkasnya.
Baca juga : Audit Laporan Keuangan, BAZNAS Raih Predikat WTP
Sementara Wakil Ketua Umum III Didi Afandi mengatakan, kekurangan dana itu akan diupayakan melalui sistem bapak angkat. Pihaknya akan melakukan kerjasama dengan BUMD DKI.
"Seperti yang disampaikan Ketua Umum tadi, dana bukanlah hambatan untuk menjadi juara umum. Banyak cara yang akan kita lakukan ke depan. Salah satunya dengan siatem bapak angkat," tutur Didi.
Ditambahkan Didi, BUMD DKI semaksimal mungkin diajak sebagai bagian dari tim atlet DKI dalam memberikan dukungan. Nanti sifatnya beragam, bisa sebagai pembina atlet maupun langsung sebagai sponsor. (ULI)