Tarik Ulur Cawagub DKI, Pras Serahkan Sepenuhnya Kepada Dua Partai Pengusung

Jumat, 27 Desember 2019, 19:17 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemilihan Calon Wakil Kepala Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dipastikan tidak bisa dilakukan pada tahun 2019. Pimpinan DPRD DKI Jakarta masih menunggu perubahan nama kandidat Cawagub DKI dari partai pengusung yakni PKS dan Gerindra.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang akrab disapa Pras, mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya ada perubahan nama kandidat Cawagub yang diusulkan dari partai pengusung. Untuk itu, dirinya masih menunggu nama kandidat Cawagub tersebut.

Kendati demikian, kata Pras, pihaknya berjanji akan memproses dan menargetkan nama Cawagub sudah terpilih pada Januari 2020 mendatang.

"Kan kami tinggal membentuk panitia pemilih saja yang bertugas memilih satu dari dua nama kandidat yang diajukan," kata Prasetyo di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/12/2019).

Baca juga : Pria Tua Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Penjual Bunga

Pras menjelaskan, DPRD DKI Jakarta sebelumnya telah membentuk panitia khusus (pansus) dan Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab), sehingga tahap selanjutnya adalah pembentukan panlih.

Sejauh ini, lanjut Pras, Pimpinan DPRD DKI masih berpaku pada dua nama yang diajukan PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Padahal pada pekan ini, Partai Gerindra bersama PKS akhirnya menyetujui masing-masing partai mengajukan satu nama. Artinya, satu dari dua nama yang diusung PKS terpaksa diganti dengan kader dari Gerindra.

"Saya sebagai Ketua DPRD menunggu kabar itu, yang jelas dua nama Pak Syaikhu dan Agung harus digelontorkan. Apakah nanti ada penggantinya, kami nggak tahu juga. Tapi isu yang berkembang seperti itu (diganti)," ungkapnya.

Sejak Agustus 2018 lalu, Sandiaga Uno mundur sebagai Wagub DKI untuk menjadi Calon Wakil Presiden RI mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu April 2019 lalu. Meski kalah dalam ajang Pemilu, Sandiaga enggan kembali menjadi Wagub DKI dan fokus berwirausaha.

Baca juga : Hardiknas 2019, Anies: DKI Terus Tingkatkan Kualitas Kepsek dan Guru

Partai koalisi yang memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017 lalu, kemudian sepakat kursi wagub diisi oleh PKS. Partai ini kemudian mengajukan dua nama yakni Ahmad Syaikhu, yang kini menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024; dan Agung Yulianto dari sosok pengusaha.

Namun di penghujung 2019, kesepakatan itu berubah. Partai koalisi sepakat masing-masing mengajukan satu nama menjadi kandidat Cawagub DKI. Hal itu diungkapkan oleh anggota partai Gerindra, Syarif.

Namun, Syarif enggan membeberkan sosok kandidat Cawagub DKI dari Partai Gerindra. Dia hanya menceritakan ciri-cirinya yakni berpengalaman di parlemen sebagai anggota DPR dan memiliki pengetahuan yang matang.

"Nantinya tidak ada fit and proper test lagi, karena keduanya (PKS dan Gerindra) sudah saling percaya pada sosok calonnya," ungkapnya.

Baca juga : Operasi Keselamatan, Polresta Tangerang Bagikan Cokelat dan Bunga kepada Pengendara

Pada November 2019 lalu, DPD Partai Gerindra justru mengajukan empat nama kandidat Cawagub DKI. Gerindra mengajukan empat nama kepada DPP PKS karena mempertimbangkan dua nama yang diajukan itu mandek di tengah jalan. Keempat nama itu di antaranya Arnes Lukman, Ferry Juliantono, Ahmad Ariza Patria, dan Saefullah. Dari empat nama itu, satu di antaranya bernama Saefullah, yang merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Hingga Desember 2019, pengganti Sandiaga yang mundur karena menjadi Calon Wakil Presiden 2019-2024 ini tidak kunjung selesai di DPRD DKI Jakarta. Rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) pemilihan Wagub DKI tak kunjung dilaksanakan. Padahal, kedua kandidat yang diajukan telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal