Firman Soebagyo: Batik Pati Punya Identitas Kuat, Siap Tembus Pasar Global

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo, saat ditemui awak wartawan di Jakarta, Minggu (12/4/2026). Foto (Asp)
Minggu, 12 April 2026, 13:47 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo, menegaskan batik Pati memiliki identitas kuat yang tidak bisa disamakan dengan batik dari daerah lain seperti Lasem, Solo, maupun Yogyakarta.

Menurut Firman, batik bukan monopoli budaya satu daerah, melainkan warisan leluhur yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia dengan karakter khas masing-masing.

“Setiap daerah punya kekuatan identitasnya sendiri, termasuk Pati,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Baca juga : Humanis dan Berintegritas, Kapolres Ciamis Terima Dua Penghargaan

Ia menjelaskan, batik khas Pati—terutama dari Desa Bakaran—dikenal sebagai batik tulis yang sarat makna kehidupan masyarakat lokal. Motifnya merefleksikan karakter pesisir dan agraris, mulai dari ikan, udang, hingga komoditas seperti singkong dan jagung.

“Ini mencerminkan kehidupan masyarakat Pantura yang lekat dengan laut dan pertanian. Itu yang membuatnya berbeda,” kata Firman.

Namun demikian, ia mengakui perkembangan desain batik Pati belum seagresif daerah lain seperti Pekalongan yang dikenal adaptif terhadap tren pasar.

Baca juga : Firman Soebagyo: Karhutla Bencana Tahunan, Saatnya Bentuk Lembaga Kuat Seperti IBAMA Brasil

“Motifnya masih cenderung mempertahankan pakem lama dan belum banyak eksplorasi desain baru,” ujarnya.

Meski dianggap kurang dinamis, Firman justru melihat kondisi tersebut sebagai peluang. Keaslian motif dinilai menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pasar internasional yang mencari keunikan. Ia mengungkapkan, pengalaman pribadinya saat berkunjung ke Brasil menunjukkan minat tinggi terhadap batik Pati.

“Mereka tertarik karena motifnya tidak umum, seperti gambar ikan yang jarang ditemukan di batik daerah lain,” ungkapnya.

Baca juga : Bawa Perubahan Lebih Baik, Ketua Laskar Elang Biru Siap Maju di Pilkada Cirebon

Untuk memperkuat promosi, IKKP mendorong pembangunan museum batik di wilayah Juwana. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata budaya yang mampu mengangkat pamor batik Pati.

Firman pun mengingatkan para perajin agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi. “Silakan berinovasi mengikuti tren, tapi jangan sampai ciri khas daerah hilang,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal