LampuHijau.co.id - Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Firman Soebagyo, menegaskan bahwa momentum halal bihalal tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial semata. Ia mendorong agar organisasi berbasis kedaerahan seperti IKKP mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Firman dalam acara halal bihalal IKKP yang digelar di Jakarta, Minggu (12/4), di tengah suasana kebersamaan pasca-Idulfitri.
“Kumpul-kumpul tidak boleh hanya sekadar silaturahmi, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Firman mengakui acara tersebut disiapkan dalam waktu singkat, sekitar satu minggu. Meski demikian, ia tetap mengedepankan suasana kebersamaan yang hangat dan terbuka.
Baca juga : Wamendag RI Kunjungi Pasar di Depok, Tekankan Pentingnya Kebersihan Pasar
“Kami mohon maaf apabila ada kekurangan. Konsep acara memang dibuat terbuka agar suasana lebih segar dan akrab,” ujarnya.
Tak hanya itu, Firman juga menyisipkan pesan simbolik melalui busana yang dikenakannya. Warna kuning, menurutnya, melambangkan optimisme dan harapan masa depan yang lebih cerah.
Sementara motif batik menjadi refleksi perlunya perubahan sikap—dari kaku menjadi lebih adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dalam suasana Lebaran, ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota IKKP, khususnya atas kekhilafan selama dua periode kepemimpinannya.
Baca juga : LBH Tangerang Terbitkan Petisi: Soroti Penyimpangan Tunjangan DPRD Kota Tangerang
Lebih jauh, Firman menyoroti dinamika sosial yang kini terjadi di Kabupaten Pati. Ia menilai, daerah yang sebelumnya dikenal tenang kini menghadapi perubahan signifikan akibat perkembangan sosial, politik, dan teknologi digital.
“Karena itu, kita semua punya tanggung jawab menjaga nilai-nilai positif di masyarakat,” katanya.
Sebagai anggota DPR RI, Firman juga memaparkan kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Program yang dijalankan meliputi pengembangan komoditas unggulan, dorongan ekspor, hingga pembangunan kawasan perikanan modern.
Di sisi lain, IKKP disebutnya telah aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial, terutama selama Ramadan, seperti penyaluran bantuan bagi kaum dhuafa dan anak yatim. Firman juga menekankan pentingnya transformasi dalam pola pikir berorganisasi.
Ia ingin IKKP berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat. Menurutnya, hal itu harus didukung oleh kepemimpinan yang visioner dan berkomitmen tinggi.
“IKKP ke depan harus dipimpin oleh sosok yang punya dedikasi dan mampu membawa organisasi ini lebih maju,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini IKKP telah mengantongi legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM. Dengan status tersebut, Firman berharap organisasi dapat terus berkembang secara profesional dan taat hukum.
Acara halal bihalal ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, anggota IKKP, serta perwakilan lintas profesi yang tergabung dalam organisasi tersebut. (Asp)