Ada Miss-Informasi, Dwi: Jakpro akan Segera Desain Ulang Revitalisasi TIM

Selasa, 24 Desember 2019, 10:16 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu mengatakan, pihaknya tengah mendesain ulang rencana revitalisasi pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang terletak di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Hal ini menyusul adanya penolakan rencana pembangunan wisma atau hotel di areal tempat berkumpulnya seniman Ibu Kota itu, beberapa waktu lalu.

“Masalah hotel itu memang ada miss-informasi. Mudah-mudahan nanti kalau revisinya sudah jadi, akan kami sampaikan kembali. Dan kami yakin itu bisa terwujud. Tapi bagaimana juga kami akan memfasilitasi wisma untuk seniman,” kata Dwi, usai bertemu dengan para seniman TIM di ruang Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Senin (23/12/2019).

Sementara Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, pihaknya hanya menjembatani pertemuan antara seniman TIM dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro selaku pelaksana proyek revitalisasi TIM.

Baca juga : Pedagang Sesuaikan Kondisi, Arief: Kawasan Perbelanjaan Tanah Abang Ditutup Situasional

"Pertemuan ini sebagai pintu masuk kepada Pemprov DKI Jakarta, untuk mendengar saran dan masuk dan dari para seniman TIM. Insya Allah pada pertemuan berikutnya, kami akan menemukan titik terang bagaimana untuk mengelola TIM menjadi lebih baik,” kata Gembong.

Menurut Gembong, Fraksi PDIP sebetulnya mendorong rencana revitalisasi TIM. Akan tetapi, revitalisasinya tidak menyimpang dari roh atau dasar pembangunan TIM sebagai tempat seni dan budaya.

“Karena itu, kami dorong ayo untuk bersama-sama komunikasi dengan Pemprov DKI. Alhamdulillah, Dirut Jakpro bisa hadir untuk mendengarkan keluhannya,” ujar Gembong.

Baca juga : Agar Banjir Tak Terulang, Pras: Dewan Minta Seluruh SKPD Diminta Bersinergi

Di tempat yang sama, para seniman TIM mempertanyakan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang enggan bertemu dengannya. Hal itu bertolak belakang dengan kepala daerah sebelumnya dari zaman Ali Sadikin hingga Joko Widodo.

“Kenapa sih tidak mau bertemu dengan kami? Kami ini masalahnya apa? Wong bambong (pengangguran) apa ini istilahnya kami? Kami mungkin kere (miskin), tapi punya kehormatan,” kata Seniman Senior TIM, Radhar Panca Dahana.

Radhar yang ditemani oleh puluhan seniman TIM menemui Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah beserta jajarannya. Pertemuan itu terjadi menyusul polemik mengenai revitalisasi TIM senilai Rp1,8 triliun, yang memakai dana anggaran tahun jamak (multiyears). Karena, muncul pembangunan hotel berbintang lima yang syarat pada kepentingan bisnis. Padahal selama ini, TIM merupakan pusat kajian seni dan budaya yang ada di Jakarta.

Baca juga : FWPJ Sukses Dideklarasikan, Terima Kasih Kandidat DKI 2

“Kalau bisa bertemu (Gubernur Anies) akan jauh lebih dialogis dan terbuka (pandangannya), sehingga lebih mudah memutuskan (kebijakan),” ujarnya.

Radhar meminta, agar Pemprov DKI Jakarta tidak mengkomersilkan kawasan TIM melalui pembangunan hotel maupun wisma berbintang lima. Selain mengacu pada tujuan pembangunan itu sendiri bahwa TIM merupakan tempat seni dan budaya. Penolakan bisnis di kawasan TIM juga mengacu pada pernyataan gubernur terdahulu. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal