LampuHijau.co.id - Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, ada 19 titik genangan ditemukan pascahujan dengan rincian, yaitu Jakarta Selatan 7 titik, Jakarta Pusat 4 titik, Jakarta Timur 5 titik, dan Jakarta Barat 3 titik. Sedangkan, genangan pemukiman terdiri dari 8 titik genangan di wilayah Jakarta Barat.
Personel dari Dinas SDA DKI melalui Satgas SDA Kecamatan secara sigap menuju lokasi untuk melakukan penanganan genangan, dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan.
"Pompa yang telah disiapkan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta sebanyak 122 unit pompa mobile dan 474 unit pompa stasioner yang tersebar di 165 lokasi, dengan total kapasitas 489.01 m4/dt," ujar Juaini di Jakarta, Rabu (18/12/2019).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab banjir di Jakarta. Juani mengklaim, sebenarnya kondisi saluran-saluran air di DKI Jakarta secara umum tidak bermasalah karena sudah rutin dibersihkan. Namun, hal itu tetap tidak mencegah banjir datang.
"Tadi ada genangan di jalan-jalan protokol, sebagian besar karena 'antrean air' yang mau masuk ke mulut-mulut saluran air yang jumlahnya kurang," kata Juaini.
Kondisi tersebut, katanya, menunjukkan jumlah 'mulut' saluran air di Jakarta masih perlu ditambah lagi untuk mempercepat surutnya genangan saat hujan deras datang. "Padahal, di salurannya sendiri, air belum penuh. Jadi, untuk mempercepat air masuk ke saluran perlu ada penambahan jumlah mulut-mulut air yang ada," ucap Juaini.
Baca juga : Wow, Mobil Baru Jokowi Anti Peluru dan Tahan Ledakan
Dia menambahkan, saat ini semua pompa yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta kondisinya normal. Dinas SDA juga telah menyiagakan ratusan pompa untuk mempercepat penyurutan genangan air.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter, mempertanyakan kinerja Dinas SDA dalam mengantisipasi banjir. Pasalnya, hujan besar yang terjadi pada Selasa (17/12) kemarin telah menyebabkan banjir di sejumlah titik.
"Ini baru hujan dengan intensitas rendah bagaimana kalau hujan berjam-jam dengan intensitas tinggi. Hujan kecil saja sudah banjir," kata Jupiter.
Baca juga : Diserang Hoaks, ACT Terus Berkarya dan Menebar Kepedulian
Hujan yang mengguyur Kota Jakarta sejak siang tadi membuat sejumlah wilayah tergenang air. Misalnya di kawasan Senayan tepatnya di depan FX Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Banjir setinggi 30-40 cm juga tampak di Jalan Asia Afrika tepatnya di depan Ratu Plaza dan Senayan City. Termasuk di Jalan Sudirman depan Plaza Semanggi.
Menurut Jupiter, kawasan Senayan merupakan pusat kota sekaligus pusat perbelanjaan serta dekat dengan gedung DPR. Karena itu ia sangat menyayangkan kenapa kawasan tersebut bisa banjir. Apalagi diprediksi hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi selama selama Desember hingga Januari 2020 mendatang.
"Harusnya ada penanganan khusus yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air. Kalau tidak segera ditindaklanjuti jelas merugikan dan melumpuhkan perekonomian Jakarta," tegas politisi Partai NasDem ini. (ULI)