Selama Ramadan, Remaja Keluyuran Tengah Malam di Pademangan Akan Diangkut Polisi

Kamis, 19 Februari 2026, 11:39 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kepolisian Sektor Pademangan, Polrestro Jakarta Utara akan melakukan penyekatan di sejumlah lokasi perbatasan sebagai upaya mencegah terjadinya aksi tawuran dan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami mendirikan pos pantau yang akan ditempati personel kepolisian, TNI, serta ormas untuk menjaga keamanan, ketertiban, masyarakat selama bulan Ramadan,” kata Kapolsek Pademangan Kompol Imanuel Sinaga, Kamis (19/2).

Menurut Imanuel, dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan masyarakat dengan menerapkan kolaborasi tiga pilar baik Kecamatan, Koramil serta perangkat wilayah seperti LMK, FKDM, Karang Taruna dan lainnya.

Baca juga : Begal Ngeselin, Sering Beraksi di Penjaringan, 2 Begal Motor dan 1 Penadahnya Diringkus Polisi

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kata dia, tidak dapat dilakukan sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat. “Ini sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya agar bersama-sama dengan masyarakat menjaga keamanan wilayah,” terang Imanuel.

Ia mengatakan, empat pos pemantauan yang didirikan ada di Jalan Gurun Sahari dekat Maspion, Jalan Benyamin Sueb, di kawasan Bintang Mas dan dekat Masjid Keramat. Menurutnya, pos-pos ini berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta menjadi lokasi rawan aksi tawuran.

“Kami juga melibatkan RT dan RW yang lebih dekat dengan masyarakat melakukan sosialisasi agar tidak ada yang terlibat tawuran dan sahur on the road,” ujar dia.

Baca juga : Jualin Ribuan Butir Obat Berbahaya di Penjaringan, Dua Pria Disikat Polisi

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya kata Imanuel, juga melakukan patroli rutin dan jika melihat anak remaja yang masih berkeliaran di atas pukul 00.00 WIB maka mereka akan digelandang ke Polsek Pademangan untuk dibina.

Setelah itu, besoknya orang tua, guru, Ketua RT, Ketua RW harus hadir ke Polsek untuk menjemput anak tersebut agar bisa pulang. “Ini sebagai efek jera agar tidak ada lagi anak yang keluyuran dan berujung pada aksi tawuran,” katanya.

Ia mengatakan sebagai daerah perlintasan, wilayah Pademangan menjadi lokasi pilihan untuk aksi tawuran bagi pelajar maupun antar kampung. Mereka berkomunikasi dengan saling ejek dan mengajak tawuran di media sosial di kawasan Pademangan.

Baca juga : Edarin Uang Palsu di Cilincing, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi

Ada juga yang berawal dari perang sarung, main petasan hingga berujung perkelahian “Jadi saat akan masuk ke wilayah langsung kita hadang dan suruh putar balik,” kata dia.

Ia mengakatan hal ini dilakukan agar tidak terjadi aksi tawuran apalagi yang menggunakan senjata tajam dan dapat berujung pada kehilangan nyawa. “Kami tidak ingin itu terjadi dan kami kumpulkan seluruh stakeholder, masyarakat untuk menyamakan visi agar hal ini tidak terjadi,” ungkap Imanuel.(RIP)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal