LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Utara kian menggencarkan sosialisasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Sosialisasi bahkan dilakukan hingga tingkat kelurahan. Dengan adanya program ini, warga dapat menilai kinerja pejabat publik di kelurahan tersebut.
Sosialisasi ini di antaranya digelar di Kantor Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Sejumlah responden menghadiri sosialisasi ini mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pokja Kota Sehat, RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Posyandu, Jumantik RT/RW, dan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKB).
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Bina Pemerintahan Bagian Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Utara Rissye Eka Putri mengatakan, program SKM ini beranjak dari Visi-Misi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan yang menginginkan adanya keterlibatan warga dalam pembangunan maupun kebijakan pemerintah. Untuk itu, program ini diluncurkan demi menunjang adanya keterlibatan warga dalam memberikan penilaian kinerja pejabat publik di wilayah masing-masing.
"Responden yang memberikan penilaian yaitu perwakilan unsur-unsur masyarakat yang terlibat dalam kinerja lurah," kata Rissye, Jumat (5/4/2019).
Baca juga : Merokok Saat Berkendara, Ratusan Pemotor Ditindak Polisi
Pemateri dari Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta Utara, Hadi R. Soemarto menerangkan, program SKM dapat dilakukan dengan mengunduh aplikasi berbasis android bernama Jak Potret. Sejumlah pertanyaan terbuka dan tertutup tersaji sebagai indikator penilaian. Pengisian survei dimulai sejak 7-13 April 2019. Selanjutnya, hasil survey akan dianalisa tim dari Jakarta Smart City (JSC) dan Dinas Kominfotik DKI Jakarta pada 14-27 April 2019.
"Untuk pertanyaan tertutup, ada sembilan kriteria. Sedangkan pertanyaan terbuka, berupa harapan warga dalam pembangunan DKI Jakarta," jelasnya.
Baca juga : Kasus Dualisme Kepengurusan Apartemen, Hakim Batalkan Akta Pembentukan PPPRSC GCM
Menanggapi hal itu, Lurah Koja Frimelda Novarita mengungkapkan, penilaian warga ini dijadikan sebagai tantangan meningkatkan kinerjanya. Memotivasi untuk menunjukkan kinerja sebaik-baiknya dengan berbekal niat ibadah.
"Ini tantangan buat saya. Apalagi saya yang masih tergolong baru bertugas sebagai Lurah Koja. Saya harus bisa menjalani tugas dengan niat baik, amanah, dan menunjukkan pelayanan baik bagi masyarakat," tutupnya. (Sep)