Jakpro Gelar Pelatihan Komunikasi Publik untuk Direksi: Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Dalam Menyampaikan Narasi Publik Secara Tepat

Rabu, 21 Januari 2026, 13:54 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) menyelenggarakan pelatihan Executive Training on Public Communication & Spokesperson Strategy yang ditujukan khusus bagi jajaran Direksi Jakpro serta Direksi Anak Usaha Jakpro Group.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan untuk menyampaikan narasi publik secara tepat, terukur, dan berdampak—sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pelatihan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang komunikasi publik dan manajemen reputasi, yaitu Chico Hakim selaku Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, serta Jojo S. Nugroho, Pakar Komunikasi sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) periode 2020–2024.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi strategis untuk membangun kesatuan narasi dan komunikasi di seluruh Jakpro Group. Menurutnya, keberhasilan BUMD tidak hanya ditentukan oleh kinerja penyelesaian proyek dan pengelolaan penugasan, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang konsisten dan mudah dipahami masyarakat.

Baca juga : Beli Lahan Kemahalan, Eks Direktur Pertamina Didakwa Rugikan Negara Rp 348 M

“Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi strategis untuk menyamakan narasi di seluruh lini Jakpro Group. Keberhasilan pekerjaan perusahaan seperti Jakpro tidak hanya diukur dari selesainya penugasan maupun non-penugasan dari Pemprov DKI Jakarta, tetapi dari seberapa baik publik menerima, memahami, dan merasakan manfaatnya melalui komunikasi kita. Jakpro adalah wajah pembangunan Jakarta; setiap tindakan dan ucapan kita memiliki dampak publik yang besar,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan bahwa sebagai BUMD yang memiliki tujuh Anak Usaha serta Strategic Bussiness Unit (SBU) yang mengelola proyek dan aset-aset strategis, Jakpro memandang komunikasi publik sebagai jangkar penting dalam menjaga kredibilitas perusahaan, sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap program pembangunan Jakarta.

“Komunikasi yang selaras dan terkoridor dengan baik merupakan salah satu jangkar penting bagi Jakpro Group. Tidak boleh ada narasi berbeda yang ditangkap publik sehingga membingungkan stakeholders. Melalui pelatihan ini, kami memperkuat komunikasi yang edukatif, konsisten, dan berkelanjutan untuk mendukung arah pembangunan Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,” tambahnya.

Dalam sesi pelatihan, Chico Hakim menekankan pentingnya keselarasan komunikasi antara BUMD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyampaikan bahwa BUMD memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menghadirkan pembangunan dan layanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan harus mengandung nilai empati dan solusi.

Baca juga : Gelar Diskusi Publik, IKMD Diminta Majukan Dunia Pendidikan di Kota Depok

“Kolaborasi aktif perlu melibatkan SKPD Pemprov, media, dan masyarakat dalam dialog yang hidup serta interaktif. Kita harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Hal ini dapat dilakukan jika komunikasi berjalan lancar dan koordinasi kuat dengan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Chico.

Sementara itu, Jojo S. Nugroho membahas pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika isu dan potensi krisis komunikasi, terutama di era keterbukaan informasi serta percakapan media sosial yang bergerak cepat. Ia menekankan bahwa kecepatan merespons harus selalu diiringi dengan akurasi data dan disiplin dalam penyampaian pesan.

“Sebuah isu kecil dapat dengan mudah berkembang menjadi krisis besar yang mengancam reputasi dan kredibilitas perusahaan. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelas Jojo.

Jojo juga menambahkan bahwa penyusunan standby statement merupakan salah satu perangkat penting dalam komunikasi publik dan krisis, yang mencakup pernyataan empati, penjelasan kronologi, langkah mitigasi, serta solusi yang dilakukan perusahaan.

Baca juga : Pakar Komunikasi: Mencari Pemimpin yang Memiliki Arate

Menurutnya, agenda setting menjadi krusial agar institusi tetap menjadi sumber informasi utama, sehingga ruang publik tidak dipenuhi oleh asumsi atau persepsi yang belum tentu tepat.

Melalui pelatihan ini, Jakpro berharap jajaran Direksi Jakpro dan Direksi Anak Usaha Jakpro Group semakin siap menjadi juru bicara institusi yang kredibel, mampu mengelola komunikasi publik secara strategis, serta menyampaikan capaian kinerja perusahaan secara jelas dan relevan bagi masyarakat.

Jakpro berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak dan mempercepat kemajuan Jakarta.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal