KPP Gambir Tiga Cs. Gelar Harkodia, Tanpa Korupsi, DJP Kuat, Indonesia Maju

Kepala Kanwil DJP Jakarta Utara Adjat Djatnika membubuhkan tanda tangan di spanduk pernyataan sikap dan komitmen antikorupsi.
Jumat, 13 Desember 2019, 14:20 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pimpinan dan jajaran pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Jakarta Gambir Tiga bersama KPP Pratama Jakarta Gambir Dua dan KPP Pratama Jakarta Penjaringan serta Tambora menggelar acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019. Tema yang diusung dalam acara Harcodia kali ini adalah "Tanpa Korupsi, DJP Kuat, Indonesia Maju".

Acara Harkodia itu diadakan di Halaman Museum Sejarah Jakarta (Kota Tua), Jl. Taman Fatahillah, No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (13/12/2019) pagi.

"Dalam rangka mewujudkan komitmen Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melawan korupsi, kami (KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga bersama KPP Pratama Jakarta Gambir Dua dan KPP Pratama Jakarta Penjaringan serta Tambora) menggelar peringatan Hakordia 2019 dengan tema 'Tanpa Korupsi, DJP Kuat, Indonesia Maju'," ujar Kepala KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga Agung Budiwijaya pada awak media, di sela-sela acara.

Baca juga : Polsek Bantargebang Gelar Doa Bersama untuk Indonesia Damai

Menurut pria yang berhasil membawa KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga menjadi "Kantor Pelayanan Pajak Terbaik" tingkat Direktorat Jenderal Pajak 2019 itu, acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019 sengaja dibuat oleh keempat KPP tersebut di museum karena memiliki arti penting.

"Yaitu mengajak masyarakat untuk memerangi korupsi. Dan menambah minat masyarakat untuk mengunjungi museum sebagai sarana belajar tentang sejarah masa lalu," cetusnya.

Jelas Agung, KPP Pratama Jakarta Gambir Dua dan Gambir Tiga yang merupakan unit vertikal di bawah Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat berkolaborasi dengan KPP Pratama Jakarta Penjaringan dan Tambora yang merupakan unit vertikal Kanwil DJP Jakarta Utara dalam melaksanakan acara ini.

Baca juga : Kementan Terpilih Sebagai Kementerian Terbaik Dalam Mengelola Informasi

"Kita melakukan penandatanganan secara massal di atas spanduk statement antikorupsi dan perangi korupsi yang nantinya akan dipajang di Area Museum Kota Tua. Dengan harapan, setiap rombongan pengunjung Museum Kota Tua dapat meninggalkan pesan positif akan sesuatu hal yang dapat ditinggalkan sebagai dokumentasi di Museum Kota Tua atau di museum lainnya," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kanwil DJP Jakarta Utara Adjat Djatnika menegaskan, maksud dan tujuan acara ini adalah untuk memperingati hari antikorupsi se-sedunia. "Supaya kita bisa lebih aware, lebih ingat lagi dan lebih waspada terhadap korupsi sebagai kejahatan luar biasa. Jadi, semacam trigger setiap tahun kita peringati, sejak 2002 kita sudah bikin reformasi antikorupsi," tukasnya.

Adjat menandaskan, bukan hanya peringatan, melainkan secara nyata pencegahan korupsi dilakukan pihaknya. "Kita didik, pengawas kita tambah. Dan sebenarnya, kita juga punya program pengenalan antikorupsi sejak dini. Sejak TK sampai Universitas. Kalau dari pendidikan, pengenalan antikorupsi lebih menyerap. Jadi, saat dewasa, mereka sudah antikorupsi dan sadar pajak,” ucap pria berdarah Sunda ini.

Baca juga : Anggota PJR Gunakan Bodycam, Siap Tindak Pengendara Nakal dan Pelaku Kriminal di Tol

Saat ditanya soal perilaku dan kesadaran wajib pajak di Jakarta Utara, Adjat menerangkan, di wilayahnya, para WP (wajib pajak) lumayan dari kepatuhan. "Di Kanwil saya di Jakut saat ini penerimaan pajak sudah mencapai 81 persen. Sekitar Rp 34 triliun dari target Rp 41 triliun koma sekian. Masih ada waktu sampai akhir tahun. Di terakhir-terakhir biasanya ada lonjakan," paparnya.

Adjat pun bertekad, akan lebih mengintensifkan lagi. "Kita panggil ke kantor, kita datangi juga. Kita ingatkan mereka supaya bayar (pajak)," tegas pria energik dan supel itu.

Kembali soal kejahatan dan pencegahan korupsi, Adjat menandaskan, pihaknya akan terus mengingatkan. "Harapannya, semoga semakin sadar, kita tiap hari saling mengingatkan (antara kita). Ya itu pasti berhrap tidak ada lagi kasus-kasus seperti Gayus Tambunan. Pokoknya, kita waspada terus. Kalau ada yang OTT, kita kerja sama dengan pihak berwajib tentu," Adjat menjelaskan. (AGS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal