Anggota PJR Gunakan Bodycam, Siap Tindak Pengendara Nakal dan Pelaku Kriminal di Tol

Kamis, 12 Desember 2019, 19:00 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengaktifkan 16 unit bodycam atau kamera tubuh pada anggota 16 anggota PJR-nya di lapangan.

"Saat ini, sudah ada 16 unit Bodycam yang tersedia di Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Kasi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlurrahman di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Arif menjelaskan, alat tersebut berguna untuk mengawasi perilaku pengendara arogan dan atau terindikasi sebagai pelaku kriminal. Hal ini terpantau secara e-TLE saat melintas di gerbang Tol Kuningan I dan Semanggi 1.

"Bagi kendaraan yang terindikasi kriminal, akan terdeteksi saat melintas di dua gerbang tol (Kuningan 1 dan Semanggi 1). Dari situ alarm yang terhunung di TMC (Traffic Management Center) akan berbunyi dan segera diinfokan langsung ke petugas di lapangan untuk mengambil tindakan minimal melakukan pemeriksaan surat kendaraan," jelasnya.

Bodycam adalah alat perekam yang sudah menjadi kelengkapan pokok Kepolisian di negara maju seperti di Eropa, Singapure dan China. "Awal alat ini digunakan itu tahun 2005 di inggris kemudian dikembangkan dan digunakan ke negara lain," ujarnya.

Baca juga : Oknum Anggota FBR Intimidasi Wartawan, Pokja WHTR Desak Polres Tangsel Tangkap Pelakunya!

Selain itu, kelebihan alat ini juga bisa membantu Direktorat Reserse Kriminal Umum ketika polisi mendeteksi kendaraan yang dicurigai sebagai pelaku kriminal atau kendaraan curian, maka anggota yang memegang Bodycam ini akan lakukan live streamin.

"Jadi nanti, anggota yang terdekat dari lokasi kendaraan yang dicurigai akan diminta untuk mengejar dan menghentikan kendaraan itu," tegas dia.

Saat mendapatkan perintah pengejaran, maka Bodycam ini akan secara otomatis melakukan live streaming. Sebab, signal yang digunakan menggunakan provaider tertentu dan sudah bekerjasama dengan pemerintah.

"Alat ini bisa merekam 20 jam, karena terpasang memori 32 GB, untuk baterai mampu merekam selama 8 jam. Kamera ini juga memiliki 32 Mega Pixel, jadi sangat jelas ya. Saat merekam dilengkapi juga infra merah. Sudah kita jajal juga di malam hari, hasilnya cukup jelas," ucap dia.

Harga per unit kamera ini juga tebilang cukup fantastis, karena jika dirupiahkan mencapai kurang lebih 13 sampai 15 jutaan rupiah. Tentunya harga Bodycam segitu sudah memiliki kelebihan diantaranya anti air dan debu.

Baca juga : Panitia Kurban Diimbau Tak Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai

"Ini juga anti hacker. Jadi, kami gunakan cooporate tertentu yang disediakan pemerintah," ungkap dia.

Kendati begitu, kata mantan Kapolsek Kelapa Gading ini, Bodycam ini tidak harus selalu live streaming. Hal itu dilakukan apabila diminta saja oleh operator yang memerintahkan untuk live streaming.

"Jadi, live streaming ini bisa dilakukan secara otomatis dari server NTMC. Kemudian juga alat ini akan terus merekam tanpa streaming. Bahkan, kalau anggota mematikan, tapi camera ini masih terekam tanpa disadari," ujarnya.

"Tujuannya, anggota yang bertugas bisa dikontrol apa yang dilakukan. Interaksi dengan masyarakat akan terlihat, kalau anggota arogan akan terekam, demikian juga kalau masyarakat yang arogan," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Desember 2019.

Dengan adanya kamera pengawas itu, Gatot berharap ,ada perubahan perilaku anggota menjadi lebih tertib. Sebab kamera tubuh itu nantinya akan menjadi bukti kinerja petugas di lapangan.

Baca juga : Pendangkalan Waduk Pluit, Yusmada: Akibat Pengerukan dan Penebalan Sedimen

Polda Metro Jaya berencana menambah jumlah kamera tubuh tersebut menjadi 100 unit. Namun, ia tak merinci waktu pasti soal realisasi rencana tersebut. "Kami juga akan kembangkan E-TLE portable di kendaraan unit tertentu," ujar Gatot.

Gatot menargetkan jumlah kamera E-TLE akan terpasang sebanyak 105 unit pada tahun 2020. Penambahan ini merupakan keseriusan pihak kepolisian terhadap inovasi dalam pelayanan, pengawasan, dan penindakan para pelanggar lalu lintas.

"Transparansi dan akuntabilitas dituntut masyarakat, termasuk pelayanan Polri yang cepat, maka inovasi ini kami lakukan," kata Gatot.

Peluncuran body cam atau kamera tubuh ini berbarengan dengan peluncuran kamera E-TLE di jalur Transjakarta dan jalan tol. Kamera pengawas itu baru terpasang masing-masing dua unit di jalan tersebut. (FRK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal