LampuHijau.co.id - Kawasan Terminal Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, turut terendam banjir pada Senin, 12 Januari 2026. Akibat banjir tersebut, aktivitas bisnis di kawasan itu sempat terganggu. Bahkan kendaraan yang melintas juga sempat terisolir.
Menanggapi itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Tri Saputra menyebutkan, seluruh aktivitas kepelabuhanan, termasuk bongkar muat dan layanan terminal tetap berjalan normal dan lancar meski terjadi banjir yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin, 12 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, genangan dan banjir memang terjadi di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun dikatakan Yandri, hingga saat ini kondisi di dalam area operasional pelabuhan tetap terkendali.
"Pengguna jasa kepelabuhanan agar senantiasa memperhatikan informasi cuaca terkini dan informasi trafik lalu lintas serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional," kata Yandri dalam keterangan yang diterima, Senin, 12 Januari 2026, sore.
Yandri juga mengimbau kepada operator kapal dan terminal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan angin dan gelombang. "Seluruh pegawai pelabuhan agar tetap mematuhi prosedur keselamatan kerja serta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya.
Yandri juga meminta maaf atas tertundanya pelayanan akibat kondisi cuaca buruk. "Kami mohon maaf atas pelayanan yang agak tertunda akibat kondisi cuaca saat ini. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, KSOP, Bea & Cukai, Polres Pelabuhan dan pihak terkait lainnya guna memastikan kelancaran serta keselamatan operasional pelabuhan karena keselamatan dan kelancaran pelayanan merupakan prioritas utama," katanya.
Baca juga : Gandeng Mawar Sharon, Polres Tangerang Kota Salurkan 1000 Paket Pangan Gratis
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca maritim di wilayah Teluk Jakarta pada 12–15 Januari 2026 diprakirakan didominasi oleh angin barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 8–14 knot, disertai potensi hembusan angin (wind gust) hingga 27 knot pada waktu tertentu.
Tinggi gelombang signifikan diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,4 meter, yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayanan kapal dan bongkar muat.(RIP)