LampuHijau.co.id - Seorang ABK dilaporkan tercebur ke laut dekat dermaga timur Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/1) pukul 16.30 WIB. Hingga Sabtu pagi, ABK tersebut masih belum diketemukan. Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi.
"Sampai dengan saat ini, pelaksanaan pencarian masih dilaksanakan oleh personil Polsek Kawasan Muara Baru, Basarnas, Bakamla," terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, Sabtu (10/1).
"Pencarian menggunakan perahu karet, dengan 3 tahapan metode pencarian yaitu menggunakan visual, menggunakan Jangkar, melakukan Penyelaman," tambah Aris Wibowo.
Baca juga : Berantas Penyalahgunaan Narkoba, BNN Tes urine Walikota Jakut dan Ratusan Pegawainya
Aris Wibowo menjelaskan, peristiwa ABK tercebur tersebut diketahui usai datangnya seorang pengurus kapal ke Mapolsek Kawasan Muara Baru. "Jadi, pada hari Jumat tanggal 09 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, telah datang ke Polsek Kawasan Muara Baru pria bernama Susanto selaku pengurus KM. Prima Hasil Samudra yang melaporkan bahwa pada pukul 14.30 WIB, ada seorang ABK (Anak Buah Kapal) KM. Prima Hasil Samudra bernama Ari Wijaya terjatuh di Kolam Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru dan masih belum ditemukan," kata Aris Wibowo.
Atas laporan tersebut selanjutnya Unit Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan Cek TKP awal dan melakukan pencarian secara visual di sekitar lokasi dan masih belum dapat ditemukan. Selanjutnya Piket Unit Reskrim bersama dengan Pengurus Kapal KM.
Primahasil Samudra menuju ke Pos Pol Air Polda Metro Jaya yang ada di Gedung Pompa Muara Baru untuk koordinasi terkait pencarian korban terjatuh tersebut dan oleh piket Pol Air disampaikan bahwa berdasarkan SOP pencarian terkait selam laut dilakukan pada saat matahari terbit sampai sore hari, sehingga pelaksanaan pencarian saat itu ditunda.
Baca juga : LASQI Jabar Jadikan Jawa Barat sebagai Pusat Seni Musik Islam
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru, Ipda Fauzi Widi Pratma menyebut kalau sebelum tercebur ke laut, korban berencana untuk mandi dekat haluan depan kapal.
"Berdasarkan keterangan dari Susanto selaku pengurus kapal, pada saat berada dikantor, ia dihubungi oleh Mustakim selaku kepala kamar mesin Kapal KM. Prima Hasil Samudra yang menyebut kalau pada hari Jumat tanggal 09 Januari 2026 sekira Jam 14.30 WIB saat berada di depan pintu kamar mesin melihat bahwa ABK bernama Ari Wijaya setelah bangun tidur di kamar nakhoda kapal berada dilantai 2, turun melalui tangga sebelah kiri menuju atau mengarah haluan depan kapal. Korban buka baju untuk mandi dengan cara membuka tutup palka tempat penampungan air bersih, terus korban terpeleset tercebur," beber Fauzi.
"Ketika tercebur, Mustakim yang melihat kemudian berlari ke bagian tengah untuk mengambil tali yang terikat dibagian haluan depan kapal, untuk menolong korban untuk melemparkan tali kedalam air kolam laut, namun terlihat oleh Mustakim kalau korban sudah masuk kedalam air dan tidak tertolong," lanjut Fauzi.(RIP)