Rp106 Miliar untuk Laboratorium Fisika SMK Pariwisata Disebut Pemborosan

Jumat, 6 Desember 2019, 18:40 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta terus melakukan penyisiran anggaran, pasca ditandatanganinya MoU KUA dan PPAS antara eksekutif dengan legislatif pekan lalu.

Dalam penyisiran di anggaran Dinas Pendidikan yang berada di lingkup Komisi E, Fraksi PDIP kembali menemukan anggaran yang dinilai masih belum cermat. Satu di antaranya ditemukan pembangunan Laboratorium Fisika dan Kimia untuk pembangunan unit baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata 74.

"Padahal untuk SMK Pariwisata, tidak diperlukan sama sekali laboratorium Kimia dan Fisika”, ujar Ima Imadiah, Anggota fraksi PDIP Komisi E, dalam rapat pembahasan RAPBD dengan DInas Pendidikan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca juga : Soal Rencana Wiranto Bentuk Tim Hukum Nasional, Pakar: Hukum Bisa Diperalat Kekuasaan

Sementara jawaban dari Dinas Pendidikan dianggap kurang masuk akal. Karena, mereka menjawab bahwa ini terkait dengan pembuatan laboratorium untuk sains terapan.

Setelah dilakukan penajaman kembali, ditemukan anggaran untuk sains terapan juga di program lainnya. Hal ini bisa ditemukan setelah dilakukan penyisiran, dan ternyata ditemukan anggaran pembuatan sekolah baru khusus untuk SMK Pariwisata 74. Jumlah anggarannya mencapai Rp106,157,668,120 miliar, jauh lebih tinggi dari pembangunan sekolah lainnya.

Ima menangkap kesan bahwa anggaran yang dibuat bersifat copy-paste, tidak berdasarkan kebutuhan yang dibutuhkan masing-masing kegiatan. Dalam hal ini, terkait dengan pembangunan sekolah baru.

Baca juga : Diminta Tepuk Tangan Meriah Syahrini Justru Disoraki Penonton

“Fraksi PDIP sepakat untuk memperluas jumlah pembangunan unit sekolah baru. Namun dengan anggaran yang masuk akal dan tidak terkesan dibuat dengan tidak cermat dan copy-paste,” lanjut Ima.

Selain itu, masih banyak permasalahan lainnya, di antaranya masalah rehabilitasi sekolah. Masih ditemukan banyak anggaran renovasi sekolah nilainya sama dengan anggaran rehab ulang gedung sekolah. Kata Ima, jelas ini harus dikaji ulang agar anggaran Dinas Pendidikan bisa menjadi jauh lebih berkualitas.

Terkait dengan hal ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sepakat untuk memperbaiki anggaran rehabilitasi sekolah. Mereka mengatakan akan menghilangkan anggaran pembangunan laboratorium Fisika dan Kimia tersebut. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal