LampuHijau.co.id - Ajang Djakarta Warehouse Project (DWP) akan kembali digelar pada 13-15 Desember 2019, di JIEXPO Kemayoran Jakarta. Acara ini akan menghadirkan 69 musisi dari berbagai sub-genre musik elektronik, dua special stage, dan tujuh pendukung acara.
Namun, hajat yang dihelat Ismaya Group ini mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Ketua MUI DKI KH. Munahar Muchtar angkat bicara. Menurut Kiai Munahar, penyelenggaraan DWP ini akan merusak mental generasi dan budaya Indonesia khususnya masyakarat DKI Jakarta.
Baca juga : Kata Sandiaga Uno : Jumlah Pengangguran di Jakarta Bertambah
Ia menambahkan, penyelenggaraan acara itu juga dapat menganggu kenyamanan umat beragama dan seluruh elemen masyarakat di DKI Jakarta. Karena, lanjutnya, acara ini mengandung unsur pornografi dan hedonisme.
"Itu budaya barat dan liberal, dan tentu saja ini sangat berseberangan jauh dengan budaya Bangsa Indonesia khususnya Jakarta yang menjunjung nilai-nilai agama dan tatakrama adab," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).
Baca juga : Milad YHK dan YDGRK, Tutut Ajak Teladani Semangat Ibu Tien
Karena alasan tersebut, KH Munahar Muchtar selaku ketua MUI DKI dengan tegas menolak digelarnya acara DWP. Sebab, acara itu bisa mengancam budaya bangsa Indonesia dan kehidupan sosial di Ibu Kota DKI Jakarta, lantaran banyak (mengandung) unsur negatif.
"Saya mendesak Dinas kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta untuk mencabut izin acara DWP. Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk segera mencabut izin pelaksanaan acara DWP yang akan digelar di DKI Jakarta," tegasnya.
Baca juga : Gubernur Anies Fasilitasi Bangun Kantor Diaspora di Jakarta
Penolakan juga diungkapkan Ketua Forum Pembela islam (FPI) DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas. Bahkan, FPI akan mengerahkan massanya untuk menggagalkan perhelatan tersebut. "Kami mendesak agar Kapolda Metro Jaya tidak memberikan izin acara tesebut," tegasnya. (DRI)